Netral English Netral Mandarin
13:19wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Eko Kuntadhi: Ada 2 Pihak yang Gak Suka Sama KPK, Koruptor dan Gerombolan Novel Baswedan

Jumat, 17-September-2021 09:55

Novel Baswedan
Foto : Jawa Pos
Novel Baswedan
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menilai bahwa saat ini, ada dua kelompok yang sedang tidak menyukai KPK. 

“Ada dua pihak yang gak suka sama KPK. Koruptor dan gerombolan Novel Baswedan,” kata Eko Kuntadhi, Jumat 17 September 2021.

Pernyataan Eko Kuntadhi di sampaikan di tengah kabar bahwa sebanyak 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dipecat pimpinannya menggelar aksi protes. 

Mereka meresmikan kantor pemberantasan korupsi versi mereka sendiri di depan Gedung Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Jakarta Selatan. 

"Kantor darurat ini adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini," kata kuasa hukum para pegawai KPK yang akan dipecat, Saor Siagian di depan Gedung Dewas, Rabu (15/9). 

Pada kesempatan itu, penyidik nonaktif KPK Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo Harahap ikut dalam aksi itu. Acara itu juga disokong oleh sejumlah aktivis antikorupsi. 

Aksi tersebut juga menampilkan kotak surat untuk Presiden Joko Widodo. Kotak surat itu dibuat dengan harapan Presiden Jokowi segera memberikan sikap dari pemecatan para pegawai. 

"Presiden harus menepati janjinya untuk memberantas korupsi di Indonesia," ujar Saor. Sebelumnya, sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal dalam TWK akan dipecat dengan hormat pada 30 September 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani