Netral English Netral Mandarin
21:26wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Eko Kuntadhi ke Tengku Zul: Dinar Emas Maupun Dinar Candy Bukan Alat Tukar Sah, HTI Sih

Kamis, 04-Februari-2021 09:37

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi menilai, alat tukar yang sah adalah Rupiah. Menurutnya, dinar emas bahkan DJ yang bernama Dinar Candy bukanlah alat tukar yang sah di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Eko, menanggapi pertanyaan dari Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Tengku Zulkarnain sempat mempertanyakan pada Bank Indonesia (BI), alasan dinar dan dirham bukan alat tukar rupiah.

“Alat tukar yang syah itu rupiah. Dinar emas maupun dinar Candy bukan alat tukar yang syah di Indonesia,” ujar Eko, dikutip dari cuitannya, Kamis (4/2/2021).

Tengku Zulkarnain juga mempertanyakan, apabila dinar dan dirmah bukan alat tukar, maka apakah kartu tol, kartu parkir dan lain─lain bukan sebagai alat tukar. Menurutnya berbagai kartu itu juga bukan sebagai alat tukar yang sah.

“Dlm prinsip Muamalat jual beli sah dgn sistem barter, tukar baang, atau tukar dgn emas perak yg dilakukan. Beri jalan keluar...,” ujar Tengku Zulkarnain pada BI.

Lebih lanjut Eko mempertanyakan, apakah Undang─undang (UU) di Indonesia menetapkan dinar sebagai mata uang. Eko tegaskan, ini adalah Indonesia dan bukan bangsa khilafah.

“HTI sih, dalam UUD−nya memang menggunakan dinar sebagai mata uang. Tp ini Indnesia, bukan bangsa khilafah,” tegas Eko pada Tengku Zulkarnain.

Seperti diketahui, baru─baru ini tengah hangat diperbincangkan soal Pasar Muamalah di Depok, Jawa Barat. Di pasar tersebut ada aktivitas transaksi menggunakan koin dinar dan ada pula lokasi untuk menukar rupiah dengan koin dinar atau dirham.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati