Netral English Netral Mandarin
23:54wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Eko Kuntadhi: Kostum Taliban Mirip Orang yang Ngaku Hijrah di Indonesia ya? Netizen: Wajah Sejuk Menurut Musni Umar

Selasa, 17-Agustus-2021 12:09

Cuitan Eko Kuntadhi menanggapi kostum Taliban
Foto : Twitter/Eko Kuntadhi
Cuitan Eko Kuntadhi menanggapi kostum Taliban
37

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pasukan dan simpatusan Taliban telah berhasil menguasai Kabul, Afganistan. 

Eko Kuntadhi malah mencuit pernyataan menggelitik melalui akun Twitternya. 

“Kostum Taliban mirip orang-orang yang ngaku hijrah di Indonesia ya?” kata Eko Kuntadhi, Selasa 17 Agustus 2021. 

Banyak netizen memberikan komentar kepadanya. Berikut di antaranya:

@FighterFarmers: “Menurut aku enggak, tuh bapak Presiden juga pernah pakai. keren kok.”

@L1zzyCrazy: “Yang seragaman biasanya satu circelan , kalo kondangan mah istilahnya dress code.”

@dimimax2: “Wajah2 damai dan sejuk menurut  @musniumar.”

Sebelumnya dilansir CNBC,  Kelompok Taliban resmi menguasai Afghanistan. Kelompok yang berhaluan Islam konservatif itu telah memegang wilayah ibukota Kabul dan mulai menduduki kantor kepresidenan negara itu.

Sebuah cuitan di media Twitter menyebut bagaimana tembakan terdengar di sejumlah titik kota Kabul. Sebuah klip video yang didistribusikan oleh Taliban menunjukkan orang-orang bersorak dan berteriak, ketika konvoi truk pick-up memasuki kota dengan para tentara mengacungkan senapan mesin dan bendera putih Taliban.

"Taliban telah menang dengan pedang dan senjata mereka," kata Presiden Afghanistan Ashraf Gani dalam pernyataan di Twitter, Minggu (15/8/2021) waktu setempat.

Taliban sendiri telah terlibat pertempuran selama 20 tahun terakhir dengan pihak pemerintah Afghanistan dan juga Amerika Serikat (AS) beserta sekutu. Mereka sempat memegang kuasa negara itu pada 1996 hingga 2001 sebelum AS masuk ke negara itu dan menggulingkan kelompok ini.

Dalam masa kekuasaannya, Taliban dikenal selalu tidak mengindahkan hak asasi manusia (HAM). Dengan tekanan yang sebesar itu, banyak pihak yang bertanya-tanya mengenai bagaimana kelompok ini mendapatkan sumber dana untuk bertahan dan berjuang selama 2 dekade terakhir.

Mengutip Voice of America (VOA),Taliban memiliki beberapa pemasukan yang cukup besar. Berdasarkan hasil pengintaian badan-badan intelijen, Taliban dapat menghasilkan US$ 300 juta hingga US$ 1,6 miliar atau setara dengan Rp 4,3 triliun sampai Rp 23 triliun (kurs dolar Rp 14.387).

Dalam laporan PBB Juni 2021, mereka menyimpulkan bahwa sebagian besar dana Taliban berasal dari kegiatan kriminal seperti produksi opium, perdagangan narkoba, pemerasan dan penculikan untuk tebusan. Bahkan, sebuah badan intelijen mengatakan perdagangan narkoba saja mungkin telah menghasilkan US$ 460 juta (Rp 6,6 triliun) bagi Taliban.

Selain dana, Taliban juga diketahui menguasai tambang mineral dan hasil bumi berharga, dimana hasilnya mereka jual dalam pasar gelap. Hasil tambang itu seperti emas, tembaga, batu bara, dan granit. Dari hasil itu, mereka diketahui mendapatkan US$ 464 juta (Rp 6,7 triliun).

Sementara itu, PBB juga sempat menyebut bahwa Taliban memiliki jaringan distribusi pendonor yang baik. Beberapa kali ditemukan kelompok itu menerima sumbangan dari para donatur.

Secara terpisah, para pejabat AS mengatakan selama bertahun-tahun mengklaim Taliban mendapatkan uang, senjata, dan pelatihan dari Rusia. Analis lain mengatakan Taliban juga terus mendapatkan uang dari Pakistan dan, pada tingkat yang lebih rendah, dari Iran. Meski begitu, tuduhan ini belum terbukti.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto