Netral English Netral Mandarin
21:43 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Eko Kuntadhi: Ngeri Banget Pengikut Rizieq, Sudah Benar-benar Radikal

Selasa, 08-December-2020 18:40

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat media sosial Eko Kuntadhi
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi berpendapat, pengikut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sudah benar- benar radikal.

Hal itu disampaikan Eko mengomentari pernyataan polisi yang menyebut menembak mati enam laskar FPI karena menyerang aparat dengan senjata api dan senjata tajam di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50 pada Senin (7/12/2020) kemarin. 

"Ngeri banget pengikut Rizieq. Mereka sudah benar-benar radikal. Entah, apakah ini usaha gerombolan teroris untuk meradikalisasi massa Rizieq yang lain," tulis Eko di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Selasa (8/12/2020).



"Mereka menyerang polisi dengan senjata tajam dan senjata api. Untung polisi cepat bertindak. Enam.orang tewas," kata @eko_kuntadhi.

Sebelumnya, enam pengikut Habib Rizieq dikabarkan ditembak mati oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek km 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari. 

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, penembakan itu dilakukan anggotanya karena diserang oleh pengikut Habib Rizieq. 

Fadil menjelaskan, awalnya anggota polisi yang berjumlah enam orang membuntuti kendaraan yang diduga ditumpangi pengikut Habib Rizieq. 

Hal itu dilakukan polisi dalam tugas penyelidikan atas informasi bahwa akan ada pengerahan massa ke Polda Metro Jaya pada panggilan pemeriksaan kedua Habib Rizieq yang diagendakan hari ini. 

Adapun Habib Rizieq diagendakan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan pada acara kerumunan di kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat pada (14/12/2020).

"Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil Imran dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12/2020) siang. 

Fadil membeberkan, kendaraan aparat dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan pengikut Habib Rizieq. 
Para pengikut HRS yang berjumlah 10 orang melakukan penyerangan dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam. 

"Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas pada saat itu, kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat orang lainnya melarikan diri," ujarnya. 

Fadil Imran menambahkan, akibat serangan itu, kendaran milik polisi mengalami kerusakan karena dipepet dan terkena tembakan. "Tidak ada anggota polisi yang terluka," terangnya.

Dalam peristiwa itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan oleh pengikut Habib Rizieq Shihab saat menyerang aparat. Barang bukti yang diamankan yakni dua senjata api, peluru, sebilah katana, celurit dan beberapa senjata tajam lainnya. 

Lebih lanjut, Fadil menyebut, simpatisan Habib Rizieq yang menyerang polisi tergabung dalam laskar khusus. "Dari hasil penyelidikan awal, kelompok yang menyerang diidentifikasi sebagai laskar khusus," pungkas Fadil. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati