Netral English Netral Mandarin
06:10 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
Skakmat UAS, EK: Mad, Mesir dan Saudi Nyatakan Ikhwanul Muslimin Teroris, PKS Itu Titisan...

Minggu, 27-December-2020 07:09

 EKo Kuntadhi sentil UAS katanya Mesir dan Saudi Nyatakan Ikhwanul Muslimin Teroris
Foto : Istimewa
EKo Kuntadhi sentil UAS katanya Mesir dan Saudi Nyatakan Ikhwanul Muslimin Teroris
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar potongan video Ustazd Abdul Somad atau UAS yang sedang berbicara tentang vaksin Covid-19.

Tidak diketahui pasti kapan UAS berbicara soal vaksin Covid-19, namun potongan video itu viral di sosial media.

Dalam video tersebut, UAS menegaskan akan menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19 jika Mesir dan Arab Saudi telah memakai vaksin tersebut.Namun jika kedua negara tersebut tidak, dirinya menolak disuntik.



"Kalau nanti keluar vaksin itu sudah dipakai di Mesir atau Saudi Arabia, maka saya yang mengajak masyarakat, Ayo suntik, saya yang akan pertama kali suntik vaksin. Tapi kalau di Mesir tidak dipakai, di Saudi Arabia tidak dipakai, hanya kita jadi bahan kelinci percobaan, saya yang menolak pertama suntik vaksin," ujar UAS.

Dalam kesempatan yang sama, UAS juga menyampaikan ia rela disuntik pertama kali jika vaksin tersebut terbukti telah dipakai di negara Arab Saudi dan Mesir.

"Kalau vaksin itu nanti dipakai oleh seluruh dunia, Saudi Arabia memakai, Mesir memakai, maka saya yang pertama kali suntik vaksin itu. Tapi kalau saudi arabia tidak, mesir tidak, Indonesia saja, saya yang menolak vaksin itu," ujar UAS.

Ternyata alasan di balik ucapannya yang tegas soal vaksin, karena UAS pernah belajar di Mesir dan Arab Saudi dan ia menegaskan bahwa akan mengikuti arahan dari para guru-guru besar di sana.

"Kenapa patokan ustaz Saudi Arabia dan Mesir, karena Mesir tempat saya belajar, di sana ulama-ulama tentang masalah salat berjarak dan lain-lain, maka saya ikut fatwa guru-guru kami di Al Azhar," ucapnya.

UAS juga mengancam nantinya jika memang harus didenda Rp5 juta karena menolak disuntik vaksin Covid-19, ia dan jamaahnya akan turun ke jalan untuk berdemo.

"Kalau dituntut Rp5 juta, turun kami ke jalan ramai-ramai," tuturnya.

Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari perihal penolakan Ustazd Abdul Somad untuk disuntik vaksin karena menurutnya hanya akan dijadikan kelinci percobaan.

Menanggapi pernyataan UAS dalam video tersebut, pegiat media sosial Eko Kuntadhi melalui akun Twitternya, Minggu (27/12/20) malah mengatakan: "Mad, Mesir dan Saudi menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris."

"Di Indonesia, PKS itu titisan Ikhwanul Muslimin lho. Ditunggu pernyataanya ya, Mad. Biar klop sama Mesir dan Saudi," tegas Eko.

Dalam pernyataan tersebut, Eko juga mengunggah video UAS.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto