3
Netral English Netral Mandarin
00:30 wib
Apple dikabarkan akan meluncurkan iPhone 13 dengan opsi penyimpanan hingga 1TB. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka keran investasi pada industri minuman keras (miras) mengandung alkohol, minuman mengandung alkohol anggur, dan minuman mengandung malt.
Valentine Sepi Kopar-Kapir, EK Ungkap di Turki Muslim 90% tapi  Atheis Meningkatkan 3 Kali Lipat, Mengapa?

Minggu, 14-Februari-2021 11:16

Valentine Sepi Kopar-Kapir, Eko ungkap Ungkap di Turki Muslim 90% tapi  Atheis Meningkatkan 3 Kali Lipat, Mengapa?
Foto : FB/Eko Kuntadhi
Valentine Sepi Kopar-Kapir, Eko ungkap Ungkap di Turki Muslim 90% tapi Atheis Meningkatkan 3 Kali Lipat, Mengapa?
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengungkap tentang perayaan Hari Valentine tahun ini yang menurutnya sangat sepi. Berbeda tahun lalu di mana muncul serungan larangan merayakannya.

"Valentine tahun ini sepi-sepi aja. Kenapa? Selain krn Covid19. Tahun ini juga sepi hujatan. Sepi kopar kapir. Sebetulnya gk banyak orang yg ngeh sama Valentine. Wong emang bukan kebiasaan kita.," kata Eko, Minggu (14/2/21).

"Tahun2 lalu ramai, ya karena dihujat-hujat itu. Jd mrklah justru yg mempromosikan," imbuhnya.

Sebelumnya ia juga mengungjkap tentang gambaran yang terjadi di Timur Tengah dimana di sana sudah benci dengan segala hal yang berbau kekerasan.

"Kalau agama makin ditunjukan dgn sikap yang keras. Orang akan makin sebel. Orang mau hidup normal dan biasa saja. Semua orang butuh kedamaian. Coba lihat di Timur Tengah. Semakin keras sikap beragama. Semakin berbondong2 orang meninggalkannya. Orang muak dgn kekerasan," ujar Eko.

"Di Turki misalnya. Angka resmi muslim 90%. Tapi  survei sosial politik, dari lembaga resmi Konda menjelaskan penganut atheis meningkatkan tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Mrk sebel dgn kebijakan Erdogan yg semakin ke kanan. Kadang mendukung kekerasan atas nama agama," lanjutnya.

Ia kemudian mengucapkkan Happy Valentine.

"Selamat menunaikan ibadah Valentine! Tahun ini sepi hujatan," pungkasnya.

Sementara tahun lalu, diberitakan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Ainul Yaqin mengingatkan umat Islam, terutama muda-mudi, tentang Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2017 yang mengharamkan perayaan Valentine Day setiap 14 Februari. Merujuk hal itu, MUI mengimbau umat Islam agar tidak latah merayakan momentum lazim disebut Hari Kasih Sayang itu.

Ainul menyebutkan sedikitnya tiga alasan kenapa Valentine Day diharamkan oleh MUI. Pertama, perayaan itu bukan termasuk tradisi Islam. "Karena itu, enggak usah ikut-ikutan karena Valentine bukan tradisi Islam," katanya, Rabu (12/2/2020).

Kedua, lanjutnya, perayaan Valentine Day menjurus pada pergaulan bebas, seperti hubungan badan di luar nikah. Jika ikut-ikutan merayakan, sama saja dengan mendorong Valentine Day. Ketiga, tradisi dari luar itu berpotensi menimbulkan keburukan.

"Kita tidak boleh ikut menyiarkan sesuatu yang berpotensi menimbulkan keburukan tadi. Karena itu, anjurannya orang Islam enggak usah ikut-ikutan lah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ormas Islam di Makassar juga menyerukan penolakan terhadap perayaan hari valentine atau valentine day yang rutin diperingati sebagian orang setiap 14 Februari. Valentine Day dinilai tak ada manfaatnya.

Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Muchtar Daeng Lau, menegaskan dalam tinjauan Islam, perayaan itu sama sekali tidak ada manfaatnya. Ajaran Islam tak pernah mengajari melakukan perayaan seperti itu.

"Karena pada hakikatnya, valentine ini hanya mengajari tentang pacaran atau hubungan yang tak halal. Padahal, kalau berbicara tentang kasih sayang, tentu kasih sayang pada tempatnya dan tidak harus menunggu waktu tertentu," ujarnya dinukil Wartaekonomi.co, Rabu (12/2/2020).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto