Netral English Netral Mandarin
16:45wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Eks Jubir KPK: Buzzer Menebar Ftinah dan Isu Dusta untuk Menyerang Kredibilitas Novel Baswedan

Sabtu, 15-Mei-2021 06:00

Febri Diansyah
Foto : Istimewa
Febri Diansyah
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut penyidik senior KPK Novel Baswedan bukan hanya disingkirkan dengan SK penonaktifan yang cacat hukum, tapi juga diserang para pendengung atau buzzer.

Menurutnya, para buzzer menyerang kredibilitas Novel Baswedan lewat fitnah dan isu dusta. Bahkan, lanjut Febri, isu basi pun selalu digaungkan para buzzer.

"Sedang liat-liat twitter, ternyata tidak cukup menyingkirkan dengan SK non-job yang bermasalah secara hukum. Dalam 2 hari Idul fitri ini para buzzer terus menebar fitnah dan isu dusta untuk menyerang kredibilitas Novel Baswedan," tulis Febri di akun Twitternya, Jumat (14/5/2021).

"Di hari yang suci ini, bahkan. Isu basi yang selalu dimainkan sejak lama," cuit @febridiansyah.

Dalam cuitannya, Febri tidak menjelaskan lebih jauh soal siapa buzzer yang dimaksud, pun fitnah dan isu dusta seperti apa yang disebarkan buzzer untuk menyerang Novel Baswedan.

Seperti diberitakan, pimpinan KPK menonaktifkan 75 pegawainya yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK), salah satunya yakni Novel Baswedan.

Penonaktifan Novel cs berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 652 tahun 2021 yang ditandatangani Plh Kepala Biro SDM KPK, Yonathan Demme Tangdilintin.

SK tersebut berisi tentang penetapan keputusan pimpinan KPK atas hasil asesmen TWK yang tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam surat tersebut, pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsung sampai ada keputusan lebih lanjut.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P