3
Netral English Netral Mandarin
17:14 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
Eks Pengikut HTI Kecewa Tak Bisa Ikut Pemilu, Gus Nadir: Lucu Ente, Sistem Demokrasi itu Thoghut & Kufur?

Kamis, 28-January-2021 15:45

Ilustrasi HTI
Foto : Istimewa
Ilustrasi HTI
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cendekiawan Muslim, Nadirsyah Hosen menyindir eks pengikut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merasa dilanggar haknya ketika dilarang ikut pemilihan umum secara resmi.

Padahal, kata Gus Nadir sapaan akrabnya, bagi pengikut HTI sistem demokrasi dinilai sebagai ajaran sesat. 

"Lha masak ente mau ikut pemilu? Bukannya bagi ente pemilu di sistem demokrasi itu thoghut dan kufur? (ikon ketawa)," seperti dilansir dari akun twitternya @na_dirs seperti dilansir Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Seperti diketahui, Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto mengkritik larangan eks anggota HTI menjadi calon presiden, wakil presiden, anggota legislatif dan kepala daerah, sebagaimana diatur dalam draf RUU Pemilu. Menurutnya, aturan itu melanggar hak politik warga negara.

"Ketentuan dalam draf RUU Pemilu itu jelas telah melampaui batas, bahkan boleh disebut melanggar ketentuan terkait hak politik warga negara," kata Ismail. Seperti dillansir Cnnindonesia.com.

Ismail lantas mempertanyakan atas dasar apa eks anggota HTI sampai dilarang berpartisipasi sebagai peserta pemilu dalam aturan tersebut. Ia menyatakan bahwa HTI bukan ormas terlarang. Sebab, putusan Menkumham tahun 2017 hanya mencabut status Badan Hukum Perkumpulan HTI.

"Tidak ada juga diktum yang menyatakan HTI sebagai ormas terlarang," kata dia. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati