3
Netral English Netral Mandarin
19:36 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Eks Walkot Padang Sebut 15 Tahun Siswi Wajib Berjilbab Kok Baru Ribut, Netizen: Kebanyakan Halu

Sabtu, 23-January-2021 20:32

Eks Walkot Padang Sebut 15 Tahun Siswi Wajib Berjilbab Kok Baru Ribut
Foto : Istimewa
Eks Walkot Padang Sebut 15 Tahun Siswi Wajib Berjilbab Kok Baru Ribut
0

PADANG. NETRALNEWS.COM - Eks Wali Kota (Walkot) Padang, Fauzi Bahar, mengatakan aturan mewajibkan siswi di sekolah negeri berpakaian muslimah bukan hal baru. Fauzi yang menjabat dua periode mengatakan aturan itu dibuat justru untuk melindungi kaum perempuan.

"Itu sudah lama sekali, kok baru sekarang diributkan? Kebijakan 15 tahun yang lalu itu," kata Fauzi Bahar kepada detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Pernyataan Fauzi kembali hebohkan warganet. Akun FB Mak Lambe Turah ikut bagikan tautan dan cuitannya ramai dikomentari netizen.

MLT: "Kenapa kalian ribut sih."

Kang Mas Eko: "Ini mantan yg kebanyakan halu. Orang tua mana yg anaknya non muslim yg mau dipaksa menggunakan jilbab."

Pay Vati: "Dgn alasan kearifan lokal.... Lah nanti di papua, ntt & wilayah lainnya yg mayoritas non muslim bisa dgn alasan begitu jg bakal rame dah..... Dgn alasan kearifan lokal siswa di papua wajib pakai koteka, gimana jadinya tuh....."

Susan: "Ya ribut lah mak, secara aturan rada aneh,,,"

Temmy Tem: "Kalo keadaannya dibalik siswi muslim hrs lepas hijab di daerah2 mayoritas non muslim, wah pasti rame gorengannya."

Fidelis Faisal Hendrata: "Jaman pembiaran kadrun subur."

Opah Kevin: "Bapak eks walikota... Berarti peraturan yg anda buat itu, sudah 15 tahun menindas agama lain... Dasar kardun, ngeles mulu."

Sebelumnya diberitakan, aturan mengenai siswi wajib memakai kerudung ini mencuat setelah video orang tua murid SMK Negeri 2 Padang viral di media sosial (medsos). Fauzi mengatakan aturan itu dibuatnya saat dia menjabat Walkot Padang.

Menurut Fauzi, aturan itu semula hanya berupa imbauan. Namun kemudian berubah menjadi Instruksi Wali Kota Padang. Saat itu SMA sederajat merupakan bagian dari perangkat daerah pemerintah kota/kabupaten.

Aturan berbusana ini diatur dalam Instruksi Walikota Padang No. 451.442/BINSOS-iii/2005. Instruksi itu dikeluarkan pada 2005.

Artinya, aturan ini sudah diterapkan selama 15 tahun di sekolah-sekolah negeri di Padang. Salah satu poin instruksi itu adalah mewajibkan jilbab bagi siswi yang menempuh pendidikan di sekolah negeri di Padang. Kendati nomenklaturnya ditujukan kepada siswi muslim saja, namun di lapangan, siswi nonmuslim juga menggunakan jilbab ini.

"Aturan itu saya yang buat. Sudah ada sejak zaman saya jadi Wali Kota, bukan sekarang, saja" katanya.

Fauzi mengatakan selain menjaga kaum perempuan, kebijakan itu juga dimaksudkan mengembalikan budaya Minang.

"Jauh sebelum republik ini ada, gadis Minang dulunya sudah berbaju kurung. Kita mengembalikan adat Minang berbaju kurung. Pasangan baju kurung adalah selendang. Agar tak diterbangkan angin, ada kain yang dililitkan ke leher, itulah yang namanya jilbab," katanya.

"Apa yang kita lakukan dulu, dapat respons yang luar biasa. Buktinya, ini bukan hanya di Kota Padang saja, tapi juga menjalar ke seluruh Sumatera Barat, Sumatera, dan Indonesia. Kalau ada yang protes satu atau 10 orang, kan hal biasa. Tujuan utama kita adalah melindungi perempuan, terutama kaum minoritas di tempat mayoritas," katanya lagi.

Ia menekankan, peraturan di sekolah itu sudah sangat bagus dan tak perlu dicabut.

"Itu sudah kebijakan dan aturan sekolah. Kalau tidak suka dengan aturan sekolah, ya, tinggal cari sekolah lain saja. Dulu saya juga diteriaki mendukung dan melakukan kristenisasi. Mana yang dulu protes-protes itu, ke mana orang-orang itu sekarang," kata Fauzi."Toh itu semangatnya bukan paksaan buat nonmuslim. Kita melindungi gererasi kita sendiri," katanya

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto