Netral English Netral Mandarin
06:04wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Eksotis tapi Ada 9 Tempat Angker di Sukabumi, Termasuk Penginapan Kuntilanak

Selasa, 07-December-2021 12:30

Ilustrasi wisata dan misteri di Sukabumi, Jawa Barat
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi wisata dan misteri di Sukabumi, Jawa Barat
0

 SUKABUMI, NETRALNEWS.COM - Tak bisa dipungkiri. Sukabumi terkenal memiliki banyak objek wisata yang eksotis. Namun di balik itu, di wilayah ini juga kaya tempat angker yang menjadi buah bibir masyarakat. 

Berdasar penelusuran Netralnews, berikut 7 tempat angker di Sukabumi yang sangat terkenal tersebut. 

Vila Penginapan Kuntilanak

Kisah memilukan berujung rangkaian misteri penampakan sosok menyerupai kuntilanak hingga kini menjadi buah bibir di daerah lereng gunung Halimun Sukabumi.

Sejak awal penulis tak pernah sependapat bahwa arwah korban kekerasan yang dialami seorang perempuan jelita ini kemudian menjadi kuntilanak yang disebut-sebut menghuni Villa.

Anda sepakat dengan pendapat penulis atau tidak sependapat, itu terserah Anda.

Mungkin bagi sebagian orang tak percaya arwah seseorang berubah menjadi makhluk gaib.

Alasan mereka biasanya bahwa penampakan kuntilanak adalah perwujudan jin dan setan. Manusia yang meninggal langsung masuk dalam dunia kematian dan tak ada hubungannya dengan arwah gentayangan.

Namun tak sedikit juga orang yang percaya bahwa orang yang meninggal karena tak ikhlas dan tak dikehendaki, ia akan gentayangan dan menuntut balas.

Mana yang benar, tak mudah dibuktikan. Hanya saja, sepanjang penelusuran terkait fenomena misteri kali ini, berulangkali sejumlah narasumber selalu mengaitkan korban pemerkosaan dan pembunuhan gadis jelita dengan penampakan wanita misterius yang menghuni satu vila di lereng bukit tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi tahun 1970-an. Dikisahkan Kang Yus dan Ketua RT setempat, suatu hari seorang pemuda kencan dengan perempuan jelita di puncak bukit di kawasan gunung Halimun Sukabumi.

Entah kerasukan apa, si pemuda yang mengaku mencintai si perempuan ternyata kemudian mengajak si perempuan tersebut untuk berhubungan intim. Namun si perempuan menolak.

Penolakan perempuan yang kala itu mengenakan sejumlah perhiasan berujung tragis. Dalam nafsu dan emosi, si pemuda menghantam rahang si perempuan dengan batu sehingga tak berdaya. Setelah itu, ia melancarkan aksi bejatnya.

Usai melakukan aksi bejatnya, sang pemuda merampas perhiasan dan melemparkan tubuh si perempuan jelita itu dari puncak bukit.

Tubuh si jelita yang kemudian tak bernyawa meluncur ke lereng bukit dan jatuh di pinggir sungai yang lokasinya hanya beberapa meter dari Vila cantik yang kemudian dibangun beberapa tahun setelahnya peristiwa itu.

Tubuh perempuan malang itu baru ditemukan warga setelah satu minggu kemudian. Tentu saja warga desa di sekitar bukit geger dibuatnya.

Singkat cerita, polisi berhasil mengendus dan menangkap pelakunya. Pemuda pembunuh dan pemerkosa dikabarkan kemudian dipenjara.

Namun, cerita tak berhenti sampai di situ. Kasus pembunuhan memilukan tersebut bersambung dengan fenomena mistis yang terus bermunculan di Villa yang dibangun di lokasi dekat penemuan jasad si jelita malang.

Sejumlah narasumber mengaku pernah menjumpai sosok perempuan menangis, tertawa, dan menggoda para pengunjung yang pernah menempati villa.

Kang Yus yang menjadi penjaga villa juga pernah mengalami penampakan gaib.

Netralnews berhasil melakukan penelusuran dan mewancarai beberapa narasumber tersebut. Anda penasaran?

Saksikan kisah mereka DI SINI:

 

Area Camping Pondok Halimun

Menurut penuturan Harno, seorang  lelaki paruh baya penjual jagung bakar di area camping Pondok Halimun, kepada Netralnews, beberapa waktu silam, Pondok Halimun terkenal angker.

Sudah sekitar 19 tahun Harno berjualan di area Pondok Halimun, Sukabumi, Jawa Barat. Area lereng Gunung Pangrango ini dikenal keindahannya dan menjadi lokasi camping favorit bagi banyak kawula muda.

Namun, siapa sangka, di area yang sangat sejuk dan memanjakan pecinta wisata alam ini menyimpan beragam kisah misteri.

“Di lokasi bawah, ada pohon besar. Sudah berulangkali, yang berkemah di lokasi tersebut sering didatangi dan diganggu kuntilanak,” ungkap Harno.

Tim Netralnews sempat mendatangi langsung lokasi yang disebutkan Harno. Rupanya, di area camping yang ia maksud ditumbuhi satu pohon ara lokal (Ficus racemosa) besar. Pohon inilah yang disebut-sebut Harno angker dan dihuni kuntilanak.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, pohon ara lokal biasa disebut juga “elo” atau ada yang menyebutnya “luing”.  Buahnya lebat tapi jarang dikonsumsi.

Memang, saat Netralnews berkunjung ke lokasi tersebut,  pohon sedang berbuah lebat berwarna kemerahan. Ada beberapa yang matang dan sempat dicicipi. Rasanya memang asam dan “sepat”.

Nah, pohon ini, menurut penuturan warga, dikenal  sebagai pohon yang disukai makhlus halus sebagai tempat tinggal. Jenis makhluk halus yang gemar tinggal di pohon ara lokal biasanya kuntilanak dan genderuwo.

“Kalau ada yang nggak percaya, ya silakan saja coba camping dan menginap di dekat pohon itu. Kalau ramai-ramai biasanya tak diganggu. Tapi kalau berdua atau bertiga, dipastikan akan melihat penunggu pohon itu,” kata Harno.

“Lain lagi kalau yang area camping yang di atas. Justru kalau ramai-ramai campingnya, sering didatangi sosok kakek-kakek. Biasanya sosok misterius  itu datang dan menegur agar tidak  brisik. Rupanya sosok makhluk halus itu terusik,” imbuh Harno.

Harno pun menceritakan bahwa belum lama berselang, ada warga dari Jakarta yang sedang berwisata dan ingin menuju air terjun di lereng Pangrango.

“Di tengah jalan, ia merasa melihat satu rumah dan dihuni seorang nenek. Mungkin karena berat bawaannya, tas rangselnya ia titipkan di rumah nenek itu. Namun, saat kembali, kehebohan terjadi,” tutur Harno.

Wisatawan itu bertanya ke banyak orang dan petugas wisata tentang keberadaan rumah yang disebut-sebut dihuni seorang nenek. Semua orang yang ditanya bengong sebab di area yang dimaksud tidak ada rumah satu pun.

“Akhirnya banyak yang bantu mencari. Tas milik wisatawan itu ditemukan, tapi anehnya bukan berada di rumah atau gubuk nenek-nenek. Tas ranselnya ternyata teronggok di bawah pohon besar,” ungkap Harno.

Kejadian misterius terakhir yang disebutkan Harno adalah sosok misterius yang sedang menggembala bebek.

“Di tikungan menuju lokasi Pondok Halimun, ada juga penampakan aneh. Beberapa kali  pengendara mobil mengaku berjumpa dengan kakek-kakek sedang menggiring barisan bebek. Padahal, di sini tak ada orang yang memelihara bebek,” kata Harno.

“Namun, kalau penampakan kakek-kakek di area sini, biasanya hanya menampakkan diri dan tak berbuat jahat,” tambahnya.

 

Benar atau tidak tentang makhluk halus yang menghuni area Pondok Halimun, yang pasti kisah itu menjadi buah bibir warga setempat.

Sedangkan lokasi Pondok Halimun tetap ramai meski di masa pandemi COVID-19. Saat Netralnews mendatangi lokasi itu, terlihat beberapa pengunjung asyik menikmati panorama alam yang begitu memukau.

Di tengah area ada sungai alami berbatu dan airnya sangat jernih. Air dari sungai inilah biasanya diambil untuk kebutuhan memasak para peserta camping.

Bagi Anda yang tertarik mengunjungi tempat ini, dipersilakan langsung menuju ke Pondok Halimun hanya dengan membayar tiket Rp 3.000.

Bagi Anda yang tertarik dengan nuansa misteri, Anda bisa  menjumpai Bapak Harno yang menjual kopi dan jagung bakar di deretan warung penjaja makanan.

Jangan lupa pula pesan beliau, “Bagi Anda yang tak percaya dan ingin melihat penampakan langsung kuntilanak, camping dan menginaplah berdua di dekat pohon ara.”

Anda tertarik? Silakan mencoba.

Pulau Kunti

Di Sukabumi, ada satu lokasi wisata yang memiliki keunikan tersendiri. Wisata tepatnya berada di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di kawasan tersebut terdapat satu pulau yang indah dengan nama Pulau Kunti. Mendengar namanya langsung muncul kesan misteri laksana "Pulau Hantu" bukan? Tapi, jangan khawatir. Pulau ini dijamin menyajikan keindahan eksotis dan bukan sebaliknya.

Konon dahulu, berdasar cerita warga setempat, para nelayan takut ke pulau ini karena saat gelombang tinggi terdengar seperti ada suara cekikikan. Maka dinamakanlah Pulau Kunti.

Faktanya, suara seperti perempuan cekikikan adalah hasil dari gelombang tinggi yang membentur batu-batuan kuno berusia jutaan tahun. Di pulau inilah jejak purba bagaimana pulau Jawa terbentuk bisa dilacak.

Melalui proses jutaan tahun, kawasan ini terbentuk dan meninggalkan beberapa jejak geologis yang sangat menarik. Ada yang namanya lava bantal, bebatuan laksana kulit buaya, hingga gua laut yang terbentuk akibat benturan-benturan gelombang laut selatan.

Wilayah Pulau Kunti sebenarnya merupakan hasil dari tumbukan dua lempeng yang berbeda, yaitu Lempeng Eurasia (lempeng benua) yang berkomposisi granit (asam) dan Lempeng Indo-Australia (lempeng samudera) yang berkomposisi basal (basa).

Benturan kedua lempeng mengakibatkan batuan sedimen laut dalam (pelagic sediment), batuan metamorfik (batuan ubahan), dan batuan beku basa hingga ultra basa.

Karena ciri khas geologinya yang tidak ditemukan di tempat lain, menjadikan Ciletuh sebagai geopark (Taman Bumi) Nasional di Indonesia pertama.

Jangan lupa saksikan video penelusurannya, ya!

 

Pantai Ujung Genteng

Bagi masyarakat Jawa, Nyi Roro Kidul adalah sosok yang sangat ditakuti sekaligus dihormati hingga sekarang.

Meski keberadaannya masih misterius, namun cerita legenda Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan masih terus diperbincangkan.

Warga setempat percaya salah satu penyebabnya seseorang diganggu oleh Sang Ratu Kidul adalah karena bersiul.

Menurut kisah Bapak Musanip, seorang narasumber di Sukabumi, pernah terjadi seorang mahasiswa hanyut dibawa laut Selatan dan tak ditemukan sampai sekarang.

Kemudian warga setempat memanggil mediator (paranormal). Dari mediator itu, kemudian mengalami kerasukan, mendesis seperti ular dan berteriak "haus, haus, haus."

"Konon, orang yang hanyut dan tak ditemukan berarti dibutuhkan oleh Bunda Ratu Kidul," tutur Musanip.

Untuk lebih lengkapnya, saksikan penelusuran Netralnews dalam video DI SINI

 

Jalan Cikidang

Sebuah tikungan angker Sukabumi yang kerap kali menelan korban jiwa. Ya, banyak kecelakaan maut yang terjadi di jalur ini. Entah sudah berapa banyak korban meninggal karena kecelakaan di Jalan Cikidang.

Sekedar informasi, Jalan Cikidang adalah sebuah jalan penuh tikungan tajam dan tanjakan yang curam. Di sisinya ada sebuah tebing batu dan di sisi lainnya terdapat jurang yang cukup berbahaya. 

Pada malam hari, tak ada penerangan lampu satupun di jalan ini sehingga pengemudi hanya mengandalkan lampu kendaraannya saja. Oleh karena itu, Jalan Cikidang ini sering dihindari oleh pengguna kendaraan pada malam hari.

Jalan Cikidang dianggap sebagai tempat angker di Sukabumi karena kecelakaan yang sering terjadi di sini. Masyarakat setempat percaya bahwa kecelakaan tersebut merupakan campur tangan penunggu jalur yang meminta tumbal.

Kecelakaan paling tragis yang pernah terjadi di Jalan Cikidang ini terjadi pada tahun 2015. Kala itu, sebuah truk yang mengangkut peserta drumband terguling setelah menabrak tebing. 

Curug Sawer

Curug Sawer merupakan sebuah tempat wisata yang cukup hits di Sukabumi. Ya, Anda memang tidak akan menjumpai rumah sakit angker di Sukabumi, melainkan tempat angker di sini berbentuk tempat wisata.

Wisata air terjun ini memang cukup ramai dikunjungi. Namun Curug Sawer memiliki sejarah kelam sehingga membuatnya dicap sebagai tempat angker di Sukabumi. 

Dulu kawasan air terjun ini merupakan tempat orang-orang melakukan ritual gaib, entah itu melatih ilmu kekebalan tubuh, mencari pengasihan, atau pesugihan.

Kenyataan mengenai masa lalu Curug Sawer inilah yang membuat kawasan air terjun ini memperoleh predikat sebagai tempat angker. 

Apalagi suasana di sekitar air terjun masih sangat asri sehingga banyak ditumbuhi pepohonan rimbun yang dipercaya sebagai sarang makhluk gaib.

Selain itu, sungai di dalam memiliki arus yang sangat deras sehingga pengunjung dilarang keras untuk berenang di bawah air terjun ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

Tertarik untuk mencari tahu kebenaran mengenai misteri Curug Sawer Sukabumi yang katanya angker ini?

Puncak Darma

Tak ada pabrik angker di Sukabumi, yang ada justru tempat wisata yang angker. Tempat angker di Sukabumi yang akan kami bahas berikutnya adalah Puncak Darma, sebuah bukit dengan ketinggian 230 meter di atas permukaan laut yang menyajikan panorama yang begitu indah. 

Jalanan untuk menuju ke Puncak Darma begitu memanjakan mata. Anda akan disuguhkan pemandangan berupa barisan bukit hijau dan perkebunan. 

 

Meskipun setelah melewati itu semua Anda harus melewati jalanan yang cukup menantang karena banyak tanjakan curam dan lubang besar pada jalanan tersebut.

Keindahan Puncak Darma ini ternyata juga diselingi dengan cerita mistis. Konon, warga setempat sering melihat sosok kuntilanak duduk di atas bukit sambil menggoyangkan kedua kakinya. 

Nah, apakah Anda berminat untuk menikmati pemandangan dari Puncak Darma sambil ditemani oleh kuntilanak?

Curug Cikaso

Selanjutnya, ada Curug Cikaso yang merupakan kawasan wisata air terjun setinggi 100 meter. Curug Cikaso ini terbilang unik karena terbagi menjadi tiga buah air terjun yang masing-masing memiliki nama, yaitu Curug Asepan yang berada di bagian paling kiri, Curug Meong yang berada di tengah, dan Curug Aki yang berada di bagian yang paling kanan.

Curug Asepan dipercaya telah dijaga oleh Nyai Blorong, sedangkan Curug Meong ditunggui oleh Eyang Santang, dan yang terakhir Curug Aki merupakan persinggahan bagi Prabu Siliwangi.

Kenyataan mengenai “penjaga” di tiga curug ini memang sudah cukup membuat bulu kuduk merinding. 

Ditambah lagi pengunjung juga sering melihat penampakan makhluk gaib di sekitar curug saat menjelang sore. Tak hanya itu saja, pengunjung juga sering mengalami kesurupan.

Tempat angker di Sukabumi ini semakin menakutkan tatkala ada yang mengaku pernah melihat sosok ular yang besarnya sangat tidak wajar keluar dari air terjun ini. 

Tentu saja tak ada yang bisa menjawab apakah ular tersebut benar-benar ular atau jadi-jadian.

Grand Inna Samudra Beach

Untuk yang satu ini, sudah sangat terkenal.  Grand Inna Samudra Beach tepatnya di kamar 308 selalu menjadi pusat perhatian publik karena konon kamar itu disediakan khusus untuk penguasa laut selatan, yaitu Nyi Roro Kidul. 

Di dalam kamar bernuansa hijau ini terdapat lukisan Nyi Roro Kidul dalam ukuran besar lengkap dengan bunga segar dan sesajen.

Masyarakat maupun pegawai hotel ini percaya bahwa Nyi Roro Kidul akan mendatangi kamar ini setiap malam-malam tertentu. 

Bahkan, salah satu pegawai hotel mengaku pernah melihat tempat tidur kamar ini berantakan seperti habis digunakan.

Misteri kamar 308 di Grand Inna Samudra Beach ini sangat menarik wisatawan. Bahkan, terkadang wisatawan memang diperbolehkan masuk ke kamar ini untuk sekedar melihat-lihat. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi