Netral English Netral Mandarin
19:49wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
ADB: Ekspor dan Belanja Pemerintah Topang Ekonomi Indonesia Tumbuh

Rabu, 22-September-2021 18:20

Asian Development Bank.
Foto : blogs.adb.org
Asian Development Bank.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekspor dan belanja pemerintah akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini hingga mencapai 3,5 persen (yoy).

“Pemulihan terus berlanjut pada paruh pertama 2021 berkat berbagai kebijakan akomodatif dan didukung oleh ekspor yang kuat,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga dalam Asian Development Outlook 2021 di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Tominaga mengatakan perekonomian Indonesia sempat mengalami penurunan pada 2020 namun bersifat ringan akibat kebijakan pemerintah yang tegas dan tepat waktu dalam menangani pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, langkah pemerintah memberikan stimulus fiskal dan bantuan sosial kepada kelompok rentan dalam rangka mencegah kerugian ekonomi jangka panjang juga telah mampu mempertahankan pertumbuhan.

“Kebijakan fiskal yang suportif dan kebijakan moneter yang akomodatif akan membantu mempertahankan pertumbuhan,” ujarnya.

Hasil kebijakan akomodatif pemerintah pun tercermin dari Produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang tumbuh 3,1 persen pada paruh pertama 2021 didukung pelonggaran pembatasan sehingga permintaan kembali naik.

ADB memproyeksikan pengeluaran rumah tangga akan pulih sebelum naik ke level 5 persen tahun depan namun tidak terlalu tinggi karena tertahan oleh masih adanya ketidakpastian yang masih terus membayangi.

Investasi diperkirakan turut menguat pada 2022 seiring mulai normalnya keadaan dan membaiknya iklim usaha sedangkan impor diprediksikan meningkat sejalan permintaan domestik yang membaik.

Untuk inflasi masih tetap terkendali dan diperkirakan mencapai 1,7 persen pada tahun ini atau lebih rendah dari proyeksi 2,4 persen yang dirilis ADB pada April lalu akibat melambatnya pemulihan ekonomi.

Tominaga mengingatkan bahwa masih adanya sejumlah risiko negatif termasuk potensi wabah COVID-19 baru, gangguan aktivitas perekonomian baik di Indonesia maupun luar negeri, serta tantangan pembiayaan global.

Oleh sebab itu, ia meminta agar para pembuat kebijakan terus mengambil langkah-langkah yang dapat mengendalikan pandemi, mendukung pemulihan ekonomi, dan melaksanakan reformasi domestik.

“Walaupun restriksi dilakukan tapi kami berharap pertumbuhan bisa kembali pulih,” katanya seperti dilansir Antara.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP