Netral English Netral Mandarin
17:38wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Elit Demokrat Minta Jokowi Jujur Soal Stok Vaksin, Rustam Ibrahim Balas Begini...

Senin, 19-Juli-2021 18:05

Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
Foto : Istimewa
Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan ketersediaan vaksin Covid-19 bagi rakyat Indonesia. Ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berterus terang apakah stok vaksin Covid-19 masih ada atau tidak.

"Apapun putusan Pak Jokowi soal menangani pandemi ini, saya berharap satu hal: mohon terus terang sebeneranya stock vaksin ada apa enggak. Jawab yang jujur," tulis Andi di akun Twitter-nya, Minggu (18/7/2021).

Andi mempertanyakan hal itu karena ia mengaku mendengar kabar bahwa jumlah masyarakat divaksin tak seindah yang disampaikan Jokowi.

"Kabarnya jumlah yang divaksin tidak seindah yang dikemukakan Pak Jokowi," cuit @Andiarief_.

Cuitan Andi Arief itu dikomentari oleh pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim. Ia menyarankan Andi Arief melihat langsung di lapangan setiap hari apakah ada atau tidak masyarakat yang divaksinasi. Pasalnya, lanjut Rustam, mustahil ada vaksinasi kalau tidak ada stok vaksin.

"Anda lihat saja setiap hari, ada tidak rakyat yang divaksinasi? Mustahil ada vaksinasi jika tidak ada stock vaksin," tulis Rustam di akun Twitter-nya, Minggu (18/7/2021).

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera menghabiskan stok vaksin Covid-19 yang masih banyak tersimpan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam video keterangan pers terkait rapat terbatas kabinet Jumat (16/7/2021) yang ditayangkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

"Saya minta bapak Menkes (Budi Gunadi Sadikin) disampaikan sampai organisasi terbawah tidak ada stok untuk vaksin, artinya dikirim, habiskan, dikirim, habiskan, karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya," kata Jokowi.

Presiden memerintahkan demikian karena stok vaksin Covid-19 masih menumpuk. Dijelaskanya, vaksin jadi maupun bahan baku yang sudah masuk ke Indonesia sebanyak 137 juta dosis, sementara penyuntikan vaksinasi baru 54 juta dosis.

"Artinya stok yang ada, baik di Bio Farma maupun di kemenkes atau mungkin di provinsi, kabupaten, kota, rumah sakit, puskesmas-puskesmas, terlalu besar," ujar Presiden.

Kepala negara mengungkapkan, dalam dua-tiga hari terakhir pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa mencapai 2,3 juta.

Sehingga dirinya yakin percepatan vaksinasi bisa mendorong tercapainya capaian vaksinasi Covid-19 sebanyak 5 juta perhari.

"Sekali lagi tidak usah ada stok. Stoknya itu yang ada hanya di Bio Farma. Yang lain-lain cepat habiskan, cepat habiskan. Sehingga ada kecepatan," tegas Jokowi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli