Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:53wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Elit PKS: Pak Jokowi, Nggak Usah Benci Produk Asing

Kamis, 04-Maret-2021 21:43

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Serap
Foto : Antara
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Serap
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak perlu mendorong kampanye benci produk asing.

Hal tersebut disampaikan Mardani mengomentari pernyataan Presiden Jokowi yang meminta Kementerian Perdagangan untuk gencar mengkampanyekan slogan cinta produk-produk Indonesia, sekaligus benci produk luar negeri. 

Menurut Mardani, jika Presiden ingin produk-produk Indonesia naik kelas dan lebih dicintai ketimbang produk asing, maka cukup mendorong dengan inovasi dan pelatihan bagi UMKM lokal sekaligus membantu pemasarannya, tanpa harus mengkampanyekan benci produk luar negeri. 

"Pak @Jokowi, Nggak usah benci. Cukup dorong dengan inovasi dan pelatihan bagi UMKM lokal plus bantu pemasarannya. Di dalam ataupun luar negeri. Mestinya semua dibuatkan roadmap agar mandiri dan berbasis kekuatan dalam negeri. Segera buat vaksin dalam negeri," tulis Mardani di akun Twitternya, Kamis (4/3/2021). 

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk membuat kebijakan dan strategi yang tepat dalam mengembangkan pasar produk nasional. Sebagai contoh, Jokowi ingin agar lokasi strategis atau ruang depan pusat-pusat perbelanjaan diisi produk-produk nasional, khususnya UMKM. 

"Misalnya dengan mendukung program 'Bangga Buatan Indonesia'. Pusat perbelanjaan, mall, harus terus didorong. Jakarta sampai ke daerah dorong untuk memberikan ruang bagi produk-produk Indonesia, khususnya UMKM," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

"Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis justru diisi oleh brand-brand dari luar negeri. Ini harus mulai, geser, mereka (brand dari luar negeri) digeser ke tempat yang tidak strategis. Tempat yang strategi, lokasi yang baik berikan ruang untuk brand-brand lokal," ujarnya. 

Hal tersebut, lanjut Presiden, merupakan salah satu cara untuk membranding produk-produk dalam negeri agar lebih dicintai masyarakat. Apalagi, Indonesia memiliki penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan harusnya menjadi konsumen yang paling loyal terhadap produk dalam negeri.

"Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri. Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk kita sendiri, 270 juta adalah jumlah yang besar, pasar yang besar," jelas Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar kampanye cinta produk-produk Indonesia terus digaungkan, sekaligus gaungkan juga benci produk-produk luar negeri agar masyarakat menjadi konsumen yang loyal terhadap produk dalam negeri. 

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," ucap dia.

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga, betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," tandas Presiden Jokowi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli