Netral English Netral Mandarin
00:47 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Emak-emak Bela HRS dan Sebut Polisi Dajjal Minta Maaf dan Memohon Begini...

Selasa, 15-December-2020 22:45

Foto kiri saat Ratu Wiraksini sebut polisi dajjal, kanan minta maaf.
Foto : Twitter
Foto kiri saat Ratu Wiraksini sebut polisi dajjal, kanan minta maaf.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang emak-emak membela Habib Rizieq Shihab (HRS) hingga menyebut 'polisi dajjal', viral di media sosial sejak Senin (14/12/2020).

Dalam video berdurasi 59 detik itu, wanita tersebut memprotes tindakan polisi terhadap Habib Rizieq terkait kasus kerumunan massa di Petamburan pada November lalu yang berujung pada penetapan tersangka dan penahanan Imam Besar FPI itu.

Emak-emak itu mengatakan Habib Rizieq bukan teroris atau koruptor, namun dikejar polisi hingga menyebabkan 6 laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq tewas tertembak di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12/2020).



"Habib Rizieq bukan teroris, Habib Rizieq bukan koruptor besar yang membawa uang negara, tapi mengapa polisi-polisi dajjal mengejarnya, sampai membunuh enam laskar FPI yang tak berdosa, mereka adalah menyuarakan kebenaran," katanya.

Emak-emak yang mengenakan hijab berwarna ungu itu juga menuduh polisi memberikan keterangan palsu. Menurutnya, polisi-polisi itu akan mendapat azab dari Allah di akhirat nanti.

"Hai polisi-polisi dajjal, kamu boleh memberi keterangan palsu kepada manusia yang ada di muka bumi ini, tapi Allah tidak tidur, Allah maha menyaksikan.
Hai polisi-polisi dajjal, tinggal tunggu azab dari Allah yang menghukummu," ucap emak-emak itu.

"Polisi dajjal, kamu bukannya mengejar para koruptor yang membawa uang negara, kengapa kabur Habib Rizieq yang telah memberikan kebenaran," katanya dengan suara lantang.

Setelah videonya viral, emak-emak tersebut kemudian meminta maaf kepada aparat kepolisian dan seluruh rakyat Indonesia atas ucapannya dalam video itu.
Permintaan maaf disampaikan wanita mengaku Ratu Wiraksini melalui sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Selasa (15/12/2020) sore.

"Perkenalkan nama saya Ratu Wiraksini. Saya yang membuat video tentang ujaran kebencian terhadap kepolisian. Di sini saya minta maaf yang sebesar- besarnya kepada kepolisian dan rakyat Indonesia atas perbuatan saya yang sangat merugikan ini," ujar si emak-emak.

Dalam video itu, Ratu Wiraksini juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengikuti jejaknya melakukan ujaran kebencian. "Semoga teman-teman tidak ada yang membuat video ujaran kebencian kepada siapapun saya mohon jangan sampai melakukan lagi," ungkapnya.

Sebagai informasi, video berisi ujaran kebencian tersebut telah ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya, dan pada Senin (14/12/2020) kemarin, polisi menangkap Ratu Wiraksini di Bogor, Jawa Barat.

"Iya benar. Senin tanggal 14 Desember tim melakukan penangkapan terhadap satu orang atas nama Ratu Wiraksini di Kampung Al-Barokah, Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (15/12/2020).

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel yang digunakan untuk membuat konten ujaran kebencian.

Yusri menambahkan, saat ini Ratu masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, Ratu terancam dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP