Netral English Netral Mandarin
10:34wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Empat Petani di Poso Dipenggal, FH: Lebih Kejam Dibanding Perang Israel vs Hamas

Jumat, 14-Mei-2021 11:20

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi aksi keji yang dialami petani Poso yang tewas terpenggal.

Menurut Ferdinand, pembunuhan yang terjadi di Poso lebih Kejam dari perang antara Israel dan Hamas. Pasalnya rakyat kecil yang menjadi korban.

Meski demikian, dirinya mengaku belum mendengar komentar yang mengutuk aksi yang dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ini, seperti mengutuk aksi Israel.

"Pembunuhan ini lbh keji dan lbh kejam dibanding perang Israel vs Hamas. Korban2 ini rakyat biasa yg tak bisa melawan kekejaman teroris MIT, sedangkan Hamas msh bs menembakkan roket ke Israel," kata Ferdinand dalam akun Twitter pribadinya.

"Tp sy blm dengar komentar dr kaum yg mengutuk Israel itu jg mengutuk MIT. Mrk sejenis?" lanjut dia.

Sebelumnya aksi teror sadis menggemparkan poso. Empat petani yang sedang berada di kebun tiba-tiba didatangi lima orang tidak dikenal (OTK), lalu dibunuh secara sadis dengan dipenggal kepalanya pada Selasa (11/5/2021) pagi.

Ada dugaan kuat, pelaku teror sadis ini adalah anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang selama ini dikejar oleh Satgas Madago Raya.

Sebelumnya, Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Rakhman Baso menyebutkan, personel Satgas Madago Raya kehilangan jejak kelompok pimpinan Ali Kalora tersebut.

Korban teror sadis yang dipenggal kepalanya tersebut, dua di antaranya merupakan warga Desa Kalemago, yakni Papa Dewi, dan Nenek Dewi. Selain itu, korban lainnya diketahui bernama Lukas Lese dan Papa juga tewas, dan kedua jenasahnya masih dalam proses evakuasi oleh Satgas Madago Raya.

"Iya benar empat orang warga asal toraja itu tewas dibantai , semuanya warga asal Toraja, kejadiannya tadi, pihak Satgas Madago Raya masih melakukan proses evakuasi kedua korban lainnya Lukas Lese dan Papa," kata Mama Kevin, Warga Lore Timur, yang dikonfirmasi Selasa (11/5/2021) malam.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP