Netral English Netral Mandarin
20:50 wib
Para tenaga medis yang kelelahan diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta. Sebab, pada saat yang sama angka penambahan kasus terus meningkat. Keputusan untuk melanjutkan atau tidak operasi gabungan  pencarian dan evakuasi korban serta puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bakal diputuskan Senin (18/1).
Enam Daerah di Jatim Masuk Zona Merah COVID-19, Gubernur Khofifah Bilang Begini

Kamis, 17-December-2020 02:30

Infografis sebaran zona kasus COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) sesuai data nasional per pukul 16.00 WIB, Rabu (16/12/2020).
Foto : Istimewa
Infografis sebaran zona kasus COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) sesuai data nasional per pukul 16.00 WIB, Rabu (16/12/2020).
10

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Sebanyak enam daerah di Provinsi Jawa Timur tercatat masuk zona merah atau berisiko tinggi terhadap penularan virus corona atau COVID-19.

"Kasusnya sekarang meningkat lagi setelah sempat melandai hingga ada enam daerah statusnya zona merah," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (16/12/2020) malam.

Berdasarkan data nasional yang diterima Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, hari ini, pukul 16.00 WIB, enam daerah yang berisiko tinggi penularan itu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tuban, Kota Blitar, serta Kota Malang.



Secara rinci, per hari ini tambahan kasus yang terjadi di daerah tersebut, yakni Kabupaten Kediri bertambah 40 kasus sehingga totalnya mencapai 1.885 kasus, Jember juga bertambah 40 kasus sehingga totalnya 3.692 kasus, dan Banyuwangi bertambah 61 kasus sehingga totalnya 3.539 kasus.

Tuban bertambah 23 kasus sehingga totalnya mencapai 1.205 kasus, Kota Blitar bertambah 10 kasus sehingga totalnya 447 kasus, serta Kota Malang bertambah 91 kasus sehingga totalnya 2.925 kasus.

Selain itu, di Jatim saat ini tak ada satu pun yang daerahnya berstatus zona kuning atau berisiko rendah, sebab 32 kabupaten/kota lainnya masuk zona oranye atau berisiko sedang.

Sebanyak 32 daerah tersebut, yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Jombang, Nganuk, Kabupaten Madiun dan Magetan.

Selain itu, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, serta Kota Batu.

Berdasarkan peta situasi COVID-19 dari data nasional, angka kumulatif konfirmasi 72.124 kasus, setelah hari ini mendapat 755 kasus tambahan baru.

Secara rinci, konfirmasi dirawat 4.831 kasus (6,7 persen), konfirmasi sembuh 62.277 kasus (86,35 persen), serta konfirmasi meninggal dunia 5.016 kasus (6,95 persen).

Gubernur Khofifah berharap seluruh masyarakat, khususnya di Jatim, tak berhenti menerapkan protokol kesehatan ketat, sebab dinilainya saat ini agak longgar.

"Ingat, pandemi belum berakhir. Jangan lengah dan mengabaikan protokol kesehatan. Laksanakan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menyampaikan bahwa imbauan akhir tahun untuk tak menggelar berbagai acara apapun sebagai tepat demi menekan laju penularan kasus.

"Menjelang akhir tahun, jangan sampai lengah dan abai terhadap protokol kesehatan. Masyarakat harus patuh dan tidak meremehkan COVID-19," tutur Direktur RSUD dr Soetomo tersebut seperti dilansir Antara

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati