Netral English Netral Mandarin
12:15wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Erick Thohir Akan Pangkas 143 BUMN Jadi 41, Ade Armando: Bapak mah Gitu, Saya kan Belon Sempet Jadi Komisaris

Selasa, 15-Juni-2021 17:24

Ade Armando
Foto : Istimewa
Ade Armando
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri BUMN Erick Thohir memutuskan akan memangkas 143 BUMN menjadi 41 saja. 

Hal ini mengundang respon Ade Armando yang merasa selama ini belum sempat bisa menjadi komisaris.

“Si Bapak mah gitu. Saya kan belon sempet jadi komisaris..,” kata Ade Armando melalui akun FB-nya, Selasa 15 Juni 2021.

Untuk diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat dari 143 perusahaan pelat merah, hanya 10 korporasi saja yang mampu berkontribusi ke negara. Perkara ini membuat pemegang saham mengambil langkah transformasi dengan mengurangi jumlah perseroan.  

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, proses pengurangan perusahaan terus dilakukan hingga mencapai 41 saja. Meski banyak BUMN yang tercatat sehat secara keuangan, namun tidak mampu memberikan hasil yang signifikan.  

"Sejak awal kami memberanikan diri bahwa BUMN nggak usah banyak-banyak, kita Alhamdulillah mampu memperkecil dari 143 ke 41. Kalau banyak jumlah yang sehat, juga gak ada hasilnya, akhirnya hanya jadi sapi perah," ujar Erick, Selasa (15/6/2021).

Langkah perampingan tersebut sekaligus mempermudah Kementerian BUMN melakukan pengawasan. Tak hanya itu, Erick juga telah memangkas klaster-klaster BUMN yang ada. Tadinya, terdapat 27 kluster dan saat ini dipangkas menjadi 12 klaster BUMN.

Adapun 12 kluster tersebut, yakni klaster energi dan gas, klaster minerba, klaster perkebunan dan kehutanan, klaster pupuk dan pangan, klaster farmasi, klaster industri pertahanan, klaster asuransi, klaster media, klaster infrastruktur, klaster pariwisata, serta klaster sarana dan prasarana.

BUMN yang tidak terdaftar dalam klaster akan dimasukan ke dalam Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang sudah dia diterima. Di mana salah satu tugas PPA adalah melakukan restrukturisasi.

"Dari 27 klaster menjadi 12 klaster. Dan diharapkan 12 klaster ini seperti klaster-klaster Himbara dan Telekomunikasi kita, yang pasarnya bebas, bersaing dengan swasta dan asing masih menang. Di Himbara kita punya tiga bank yang masuk fortune menjadi perusahaan besar, mandiri, BRI, BNI," ucap dia. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P