Netral English Netral Mandarin
15:19wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Facebook Umumkan Sanksi Terberat untuk Donald Trump, Akunnya Diblokir hingga 2023

Sabtu, 05-Juni-2021 21:40

Donald Trump, mantan Presiden AS.
Foto : commondreams
Donald Trump, mantan Presiden AS.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akun Facebook mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih diblokir hingga saat ini. Lebih berat lagi, Facebook Inc baru akan membuka gembok akun itu, sekurang-kurangnya pada Januari 2023.

"Mengingat beratnya keadaan hingga menyebabkan penangguhan Tuan Trump, kami yakin tindakannya merupakan pelanggaran berat terhadap aturan kami, yang layak mendapatkan hukuman terberat yang tersedia di bawah protokol penegakan yang baru," kata kepala urusan global di Facebook, Nick Clegg, dikutip dari Reuters, Sabtu (5/6/2021).

Menurutnya, pemlokiran akun Trump baru akan dicabut jika Facebook melihat risiko terhadap keamanan publik berkurang.

Nah, untuk menilai risiko ini, platform media sosial tersebut bekerja sama dengan ahli.

Jika Trump masih berulah setelah sanksi ini, Facebook akan memblokirnya secara permanen dari media sosial tersebut.

Sebagai informasi, akun Facebook resmi Donald Trump diblokir karena unggahannya dianggap mendukung kekerasan di Capitol Hill pada 6 Januari 2021 lalu.

Dewan pengawas independen Facebook pada Mei lalu mendukung blokir terhadap akun Trump, namun, menilai periode blokir tidak terbatas tak tepat. Mereka meminta Facebook memberikan jawaban yang proporsional untuk kasus ini.

Trump menilai keputusan Facebook untuk memblokir akun miliknya sebagai bentuk sensor dan hinaan terhadap pemilihnya.

"Putusan Facebook merupakan hinaan terhadap 75 juta orang yang memecahkan rekor, yang memilih kami pada Pemilihan Umum Presiden yang Dicurangi 2020. Mereka seharusnya tidak diizinkan lolos dari sensor dan pembungkaman ini. Dan tentu, kami akan menang. Negara kita tidak bisa lagi menerima pelecehan ini," kata Trump dalam keterangan resmi.

Trump juga mengatakan jika suatu hari nanti dia kembali ke Gedung Putih, dia tidak mau makan malam dalam acara ramah tamah bersama Mark Zuckerberg dan istrinya.

"Semuanya akan soal bisnis," kata Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, mengenai perkembangan terbaru blokir Facebook ini menyatakan "rasanya tidak mungkin zebra akan mengganti belangnya dalam dua tahun ke depan. Kita lihat saja".

Ubah aturan

Bersamaan dengan pengumuman blokir akun mantan Presiden AS Donald Trump, Facebook juga memperbarui kebijakan untuk akun politikus.

Facebook mencabut pandangan mereka bahwa unggahan politikus secara inheren merupakan kepentingan publik.

Melalui aturan baru, Facebook akan menimbang konten politikus yang melanggar aturan dengan cara yang sama yang mereka terapkan ke akun biasa. Facebook berkomitmen akan mengumumkan kapan mereka memberlakukan pengecualian atas nama "kelayakan berita" terhadap sebuah konten.

Sementara itu, unggahan dari akun milik politikus tetap tidak masuk pengecekan fakta.

Facebook, seperti dilansir Antara, juga berjanji akan bersikap transparan soal berapa kali pelanggaran sebelum akhirnya sebuah akun ditangguhkan. Berdasarkan aturan ini, pengguna bisa ditangguhkan mulai 30 hari hingga dua tahun.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP