Netral English Netral Mandarin
10:16 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Fadli: Pendukung HRS Cinta Damai dan Tak Dibekali Senjata, Kenapa Ditembak Mati? 

Senin, 07-December-2020 20:00

Anggota DPR Fadli Zon.
Foto : NNC/Adiel Manafe
Anggota DPR Fadli Zon.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon memprotes keras tindakan polisi menembak pengikut Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS), hingga mengakibatkan enam orang tewas. 

"Kenapa sampai ada tembak mati? Memangnya mereka teroris?. Polisi jangan gegabah gunakan senjata," tulis Fadli di akun Twitternya, Senin (7/12/2020). 

Berdasarkan keterangan polisi, penembakan dilakukan karena pengikut Habib Rizieq lebih dulu melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. 



Terkait hal itu, Fadli Zon berkeyakinan bahwa pengikut HRS tidak dibekali senjata. 

"Saya sangat yakin Pendukung Habib Rizieq cinta damai dan tak dibekali senjata," cuit Fadli Zon. 

Karenanya, Fadli mendesak agar peristiwa penembakan itu harus diusut tuntas, dan jika terjadi penyalahgunaan kekuasaan maka Kapolda Metro Jaya harus bertanggungjawab.  

"Harus diusut tuntas. Jika berlebihan, maka polisi telah melakukan abuse of power. Kapolda harus bertanggung jawab," tegas Anggota DPR itu. 

Sebelumnya, enam pengikut Habib Rizieq dikabarkan ditembak mati oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek km 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari tadi.

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, penembakan itu dilakukan anggotanya karena diserang oleh pengikut Habib Rizieq. 

Fadil menjelaskan, awalnya anggota polisi yang berjumlah enam orang membuntuti kendaraan yang diduga ditumpangi pengikut Habib Rizieq. 

Hal itu dilakukan polisi dalam tugas penyelidikan atas informasi bahwa akan ada pengerahan massa ke Polda Metro Jaya pada panggilan pemeriksaan kedua Habib Rizieq yang diagendakan hari ini. 

Adapun Habib Rizieq diagendakan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan pada acara kerumunan di kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat pada (14/12/2020).

"Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil Imran dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12/2020) siang. 

Fadil membeberkan, kendaraan aparat dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan pengikut Habib Rizieq. 
Para pengikut HRS yang berjumlah 10 orang melakukan penyerangan dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam. 

"Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas pada saat itu, kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat orang lainnya melarikan diri," ujarnya. 

Fadil Imran menambahkan, akibat serangan itu, kendaran milik polisi mengalami kerusakan karena dipepet dan terkena tembakan. "Tidak ada anggota polisi yang terluka," terangnya.

Dalam peristiwa itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan oleh pengikut Habib Rizieq Shihab saat menyerang aparat. Barang bukti yang diamankan yakni dua senjata api, peluru, sebilah katana, celurit dan beberapa senjata tajam lainnya. 

Lebih lanjut, Fadil menyebut, simpatisan Habib Rizieq yang menyerang polisi tergabung dalam laskar khusus. 

"Dari hasil penyelidikan awal, kelompok yang menyerang diidentifikasi sebagai laskar khusus," jelas Fadil dalam jumpa pers yang didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP