Netral English Netral Mandarin
05:34 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Fadli Zon Ajak Menag Debat, Ruhut Termehek-mehek: Ngapain Ember Bocor Diladenin

Selasa, 29-December-2020 07:10

Ruhut Sitompul bersama warga.
Foto : Facebook @ruhutpsitompul
Ruhut Sitompul bersama warga.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cuitan politisi Partai Gerindra Fadli Zon yang menantang Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) debat terbuka soal 'populisme' dan 'populisme Islam', membuat politisi PDIP Ruhut Sitompul tertawa termehek-mehek.

"Fadli Zon tantang Gus Yaqut debat ha ha ha Aku tertawa termehek-mehek," tulis Ruhut di akun Twitter-nya, Senin (28/12/2020).

Selain mengaku tertawa termehek-mehek, Ruhut juga meminta Gus Yaqut untuk tidak menanggapi tantangan Fadli Zon.



"Jangan ditanggapi Gus, ngapain ember bocor diladeni, bisa pening kepala Aku Tanteeeeeee, MERDEKA," cuit Ruhut.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menyatakan akan mencegah berkembangnya populisme Islam. Ia berpendapat populisme Islam adalah upaya kelompok tertentu menjadikan agama sebagai norma konflik.

Hal itu disampaikan Gus Yaqut di acara Silaturahmi Nasional Lintas Agama dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan yang digelar secara virtual, Minggu (27/12/2020).

"Belakangan kita merasakan ada yang berusaha menggiring agama menjadi norma konflik. Agama dijadikan norma konflik itu dalam bahas ekstremnya, siapapun yang berbeda keyakinanannya, maka dia dianggap musuh dan karenanya harus diperangi. Istilah kerennya itu populisme Islam," kata Gus Yaqut.

"Dan saya tidak ingin, kita semua, tentu saja tidak ingin populisme Islam ini berkembang luas sehingga kita kewalahan memeranginya," ungkap Ketua GP Ansor itu.

Pernyataan Gus Yaqut itu dikomentari oleh politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Melalui akun Twitter-nya, Fadli menantang Gus Yaqut untuk debat terbuka soal 'populisme' dan 'populisme Islam'.

Selain itu, Fadli Zon juga mempertanyakantugas pokok dan fungsi (tupoksi) Menag sehingga harus mengurusi soal populisme Islam.

"Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu 'populisme', 'populisme Islam' dan apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa tupoksinya?" cuit @fadlizon, Minggu (27/12/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP