Netral English Netral Mandarin
09:48wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Fadli Zon Usul Densus 88 Dibubarkan, Faizal: Gombal! Tabiat Propaganda Politik, Beda Tipis dengan Watak Teroris

Kamis, 07-Oktober-2021 22:01

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf
Foto : Istimewa
Ketua Progres 98 Faizal Assegaf
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengomentari usulan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon agar Detasemen Khusus (densus) 88 Antiteror Polri dibubarkan karena dinilai hanya menyebarkan isu berbau Islamofobia.

Menurut Faizal, jika Fadli Zon cs memiliki bukti dan data soal Densus 88 menyebarkan isu Islamofobia, maka sebaiknya disampaikan ke Kapolri dan membuka ruang dialog untuk mencari solusi mengenai masalah tersebut.

Jika tidak, sebut Faizal, maka Fadli Zon itu bisa dianggap hanya gombal atau atau omong kosong belaka.

"Ah gombal! Kalau punya fakta & data, sebaiknya bung Fadli Zon dkk temui Kapolri, ajak dialog untuk cari solusi," tulis Faizal di akun Twitter-nya, seperti dilihat netralnews.com, Kamis (7/10/2021).

Lebih lanjut, Faizal menyinggung soal tabiat propoganda politik yang tak beda jauh dengan watak teroris.

"Tabiat propoganda politik yang doyan teriak bubarkan ini, bubarkan itu, beda tipis dengan watak teroris," cuit @faizalassegaf.

Sebelumnya, Fadli Zon mengkritik pernyataan Direktur Pencegahan Densus 88 Anti Teror Kombes Pol. M. Rosidi yang mengaitkan kemenangan Taliban di Afganistan dengan propaganda teroris di Indonesia.

Fadli menilai, narasi itu berbau Islamophobia dan rakyat tak lagi percaya. Karenanya, ia menyarankan agar Densus 88 dibubarkan saja.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," tulis Fadli di akun Twitter-nya, Selasa (5/10/2021).

Menyambung usulan pembubaran Densus 88, Fadli pada cuitan lainnya menyebut bahwa sudah terlalu banyak lembaga yang menangani terorisme. Menurutnya, persoalan terorisme di Indonesia cukup ditangani oleh kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Menurut saya sudah terlalu banyak lembaga yang tangani terorisme. Harusnya @BNPTRI saja," kata Anggota Komisi I DPR itu.

Lebih jauh, Fadli juga mengkritik kerja lembaga pemberantasan terorisme di Indonesia yang hingga saat ini belum mampu menyelesaikan masalah teroris separatis.

"Teroris separatis yang jelas-jelas menantang RI harusnya yang jadi prioritas tapi tak bisa ditangani," ungkap @fadlizon.

Di akhir cuitannya, Fadli mengingatkan soal dampak dari narasi Islamofobia yang terus digulirkan. "Jangan selalu mengembangkan narasi Islamofobia yang bisa memecahbelah bangsa," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli