Netral English Netral Mandarin
01:40wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Fadli Zon Usul Densus 88 Dibubarkan, Ini Alasannya

Kamis, 07-Oktober-2021 03:20

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon
Foto : Youtube
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik pernyataan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bahwa kemenangan Taliban di Afghanistan menginspirasi kelompok teroris di Indonesia.

Fadli menilai, pernyataan Densus 88 itu berbau Islamophobia dan rakyat tak lagi percaya dengan narasi demikian.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia," tulis Fadli di akun Twitter-nya, seperti dilihat netralnews.com, Rabu (6/10/2021).

Anggota Komisi I DPR itu lantas mengusulkan agar Densus 88 dibubarkan saja. "Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," katanya.

Fadli mengusulkan demikian dengan alasan sudah terlalu banyak lembaga yang menangani terorisme. Menurutnya, persoalan terorisme di Indonesia cukup ditangani oleh kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Menurut saya sudah terlalu banyak lembaga yang tangani terorisme. Harusnya @BNPTRI saja," cuit @fadlizon.

Lebih jauh, Fadli juga mengkritik kerja lembaga pemberantasan terorisme di Indonesia yang hingga saat ini belum mampu menyelesaikan masalah teroris separatis.

"Teroris separatis yang jelas-jelas menantang RI harusnya yang jadi prioritas tapi tak bisa ditangani," ungkapnya.

Di akhir cuitannya, Fadli mengingatkan soal dampak dari narasi Islamofobia yang terus digulirkan. "Jangan selalu mengembangkan narasi Islamofobia yang bisa memecahbelah bangsa," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan Densus 88, Kombes M Rosidi menyampaikan bahwa kemenangan Taliban di Afghanistan menginspirasi kelompok teroris di Indonesia meski memiliki paham berbeda soal agama.

Menurutnya, jaringan teroris di Indonesia sangat sering membuat narasi bermodal kemenangan Taliban. Mereka mengungkit Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan usai berpuluh-puluh tahun diduduki Amerika Serikat.

"Euforia kemenangan Taliban ini dapat membawa dampak terhadap keberadaan kelompok teror di Indonesia. Paling tidak, dapat dijadikan sebagai sarana propaganda mereka," kata Direktur Pencegahan Densus 88, Kombes M Rosidi, Selasa (5/10/2021). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli