Netral English Netral Mandarin
03:26wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Fahira Idris: Kebiadaban Israel di Luar Nalar dan Akal Sehat, Setara Teroris

Rabu, 12-Mei-2021 18:40

Anggota DPD RI, Fahira Idris
Foto : Twitter
Anggota DPD RI, Fahira Idris
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aksi provokasi dan teror Israel di Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama dan tempat suci bagi umat Islam di seluruh dunia terus terjadi berulang-ulang.

Menyerang umat lain yang sedang beribadah terlebih di tempat suci dan di bulan suci adalah tindakan keji, brutal, menginjak hak-hak asasi setara dengan aksi terorisme yang harus dihentikan.

Kecaman dan kutukan saja tidak cukup. Harus ada sanksi dan konsekuensi tegas dari dunia internasional terhadap aksi teror Israel ini terlebih ini bukan kali pertama.

Demikian disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2021). Fahira mengungkapkan, teror dan aksi brutal Israel di Masjid Al-Aqsa sebenarnya secara langsung bukan hanya menyerang umat muslim di seluruh dunia tetapi juga penghinaan nyata terhadap penegakkan hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, kecaman dan kutukan dunia terhadap Israel tidak akan mempan apalagi menghentikan aksi teror terhadap warga Palestina dan Masjid Al-Aqsa. Dunia, terutama negara-negara Islam, diminta tunjukkan solidaritas yang lebih kuat agar kecaman dan kutukan berubah menjadi aksi nyata memberi sanksi tegas kepada Israel.

“Menyerang warga Palestina yang sedang beribadah terlebih di tempat suci dan di bulan suci adalah tindakan keji, brutal, menginjak hak-hak asasi dan nilai-nilai kemanusian setara dengan aksi terorisme yang harus dihentikan. Kebiadaban Israel terhadap warga Palestina sudah di luar nalar dan akal sehat," kata Fahira.

"Arogansi, tindakan keji, dan aksi teror yang semakin menjadi-jadi ini harus dihentikan. Sudah saatnya negara-negara yang masih menganggap nilai-nilai kemanusiaan sebagai tiang peradaban dunia berdiri di depan Palestina, bukan lagi dibelakang. Jika aksi teror dan kejahatan kemanusiaan ini terus berlanjut maka dunia terancam kehilangan pijakan dalam membangun peradabannya saat ini dan ke depan,” ungkapnya.

Fahira menyebut, sejak awal mencaplok dan menjajah Palestina, Israel sama sekali tidak mempunyai niat baik meredakan apalagi mengakhiri kekejamannya terhadap warga sipil Palestina. Bahkan kejahatan demi kejahatan dan pelanggaran berbagai kesepakatan terus dilakukan Israel sembari menutup telinganya atas kecaman dunia internasional.

Arogansi seperti ini, lanjutnya, sangat berbahaya bagi dunia dan kemanusiaan. Untuk itu, Fahira berpendapat bahwa dunia, terutama negara-negara Barat yang dalam sejarahnya mendukung pendirian Israel harus bertanggung jawab penuh terhadap arogansi dan aksi teror Israel yang semakin menjadi-jadi.

“Setiap saat kejahatan kemanusian terjadi di tanah Palestina. Hampir setiap ramadan aksi provokasi dilakukan Israel terhadap warga Palestina yang beribadah di Masjid Al-Aqsa. Israel sangat sadar saat mereka menyerang Al-Aqsa artinya mereka juga menyerang umat muslim di seluruh dunia dan ini sengaja terus mereka lakukan," jelasnya.

"Saat ini bukan lagi saatnya melancarkan kecaman dan kutukan tetapi harus sudah aksi nyata memberi sanksi dan menghukum Israel,” pungkas Fahira. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P