Netral English Netral Mandarin
19:08wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Fahri: Tak Ada Kata Jera, Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang, Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung!

Minggu, 28-Februari-2021 07:55

Fahri Hamzah saat resmikan Pantai Gelora, Sumbawa
Foto : Mata Pena
Fahri Hamzah saat resmikan Pantai Gelora, Sumbawa
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Fahri Hamzah, Minggu (28/2/21) membuat puisi sambil mengunggah foto Pantai Gelora Sumbawa, NTT yang merupakan destinasi wisata yang ia miliki.

Dalam puisi tersebut, ia berusaha mengungkapkan makna "gelora" dalam dirinya untuk melakukan perubahan meski banyak rintahan. Namun rintahan harus dilibas, "rawe-rawe rantas malang-malang putung."

"Negeriku,Rakyatku,Taunami dan gelombang adalah sahabat dalam perjalanan,Perahu kita siapkan,Perjalanan kita teruskan,Menerjang badai menuju masa depan...Tak ada kata jera,Sekali layar terkembang..Surut kita berpantang,Rawe-rawe rantas..Malang-malang putung!"

Ia masih melanjutkan:

"Susurilah pantai gelora..Dengarlah suara perubahan...Desir angin mencipta gelombang lautan...Menggelinding menjadi tsunami...Dan kau...Berbisiklah kepada alam...Aku datang!Aku mewakili generasi yang melawan kebekuan...Aku datang membebaskan negeriku dari beban!"

Untul diketahui, Pantai Gelora Meno Sumbawa adalah pantai milik dari bapak H. Fahri Hamzah. Pantai Gelora Meno Sumbawa ini telah di buka oleh Anis Matta, Ketua umum Partai Gelora Indonesia pada Soft Opening Pantai Gelora Meno pada waktu yang lalu.

Kala itu, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meresmikan pembukaan atau soft opening Pantai Gelora di Meno, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).Pantai Gelora diresmikan sebagai kawasan wisata baru dengan konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

"Pantai Gelora ini dulunya kotor tak terurus, sekarang jadi bersih dan menarik masyarakat, karena ada perubahan dan mimpi-mimpi besar. Nah, Gelora memposisikan pula sebagai partai yang hadir membawa perubahan dan meraih mimpi-mimpi Indonesia di masa depan," kata Anis Matta dalam keterangannya, Selasa (24/11/2020).

Pantai Gelora disebutkan akan menjadi tempat kolaborasi bagi semua orang untuk mengekspresikan mimpi-mimpinya yang akan membawa kemajuan Sumbawa, NTB, dan Indonesia.

Anis Matta mengatakan pengembangan Pantai Gelora sebagai tempat bercengkerama dan bergembira ini merupakan ide Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora. Sebab, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, yang diperlukan adalah menemukan peluang di tengah krisis.

"Kita sedang hidup di tengah krisis, kita fokus menemukan peluang seperti kata Pak Fahri Hamzah mengubah wajah pantai ini menjadi tempat bercengkerama dan tempat bergembira, begitu juga jika ingin mengubah Indonesia," katanya.

Menurut Anis Matta, dua pertiga wilayah Indonesia berupa lautan, sehingga luas wilayah laut Indonesia masuk tiga besar dunia bersama Laut Mediterania dan Karibia.

"Jika bicara laut dunia, kita hanya bicara tiga tempat wisata, yakni laut Mediterania, laut Karibia dan laut Indonesia. Luas laut Indonesia adalah luas laut Mediterania yang dinikmati banyak negara, tapi kita Indonesia sendirian. Karena itu, kita perlu mempertahankan kegembiraan kita di tengah krisis ini," katanya.

Anis Matta menegaskan, untuk mengubah Indonesia saat ini, diperlukan energi yang positif seperti cita-cita Partai Gelora menjadikan Indonesia lima besar dunia.

"Kita coba dari titik kecil dari Kabupaten Sumbawa untuk menyebarkan energi perubahan itu. Kita tidur dengan mimpi besar, mimpi indah dan kita bangun dengan proposal baru mengubah wajah Sumbawa, mengubah wajah NTB, dan wajah Indonesia," kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menambahkan ide membersihkan pantai di Meno ini karena terlihat kotor dan penuh tumpukan sampah. Karena itu, kata dia, perlu dikembalikan ke kondisi alam seperti dahulu.

"Waktu saya kecil, semua pantai masih bersih, minum air di sungai tidak ada kotoran dan cuaca yang bersih. Sekarang terlalu banyak sampah, saya mengajak Pramuka dan masyarakat di dusun untuk membersihkan. Dan kita percantik, ternyata pantai ini benar-benar cantik dan indah," kata Fahri dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto