Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:53wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Fahri: Jika KPK Menangkap Seseorang Pasti dengan Alat Bukti Audit Lengkap, Beda Sebelumnya yang...

Sabtu, 27-Februari-2021 13:50

Fahri Hamzah
Foto : Istimewa
Fahri Hamzah
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai OTT KPK terhadap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Politikus PKS Fahri Hamzah mencuit bahwa KPK saat ini berbeda dengan KPK sebelumnya.

"Dengan Sistem dalam UU hasil revisi baru, jika KPK menangkap seseorang pasti sudah dengan alat bukti hasil audit yg lengkap. Beda dengan KPK sebelumnya yg tanpa pengawasan," kata Fahri melalui akun Twitternya, Sabtu (27/2/21).

"KPK sekarang harusnya lebih teliti dan bertanggungjawab dengan hukum acara yang sesuai KUHAP," imbu Fahri.

Sementara sebelumnya diberitakan, Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sulawesi Selatan diketahui turut menyeret Gubernur Nurdin Abdullah.

Bahkan Nurdin berserta lima orang lainnya yang disebut terjaring dalam OOT tersebut telah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Sabtu (27/2) sekitar pukul 09.45 WIB. 

Walau sebelumnya KPK mengungkapkan Nurdin ditangkap dalam OTT, namun juru bicara Gubernur Sulsel Veronica Moniaga mengungkapkan hal tersebut tidak benar. 

"Bapak Gubernur tidak melalui proses operasi tangkap tangan (OTT), melainkan dijemput secara baik di rumah jabatan gubernur pada dini hari, saat sedang beristirahat bersama keluarga," jelas Veronica dalam keterangannya yang dikutip Kontan.co.id, Sabtu (27/2). 

Hal ini pun sejalan dengan pernyataan Nurdin saat tiba di Gedung KPK tadi pagi. Gubernur Sulsel tersebut sempat menyebut dibawa KPK saat sedang tidur dan dijemput KPK.

Lebih lanjut Veronica bilang, pihaknya belum mengetahui alasan penjemputan tersebut. Saat dibawa ke Jakarta, Nurdin diketahui berangkat bersama ajudan dan petugas KPK tanpa disertai adanya penyitaan barang bukti ataupun barang yang dibawa dari rumah jabatan gubernur. 

"Berdasarkan keterangan petugas KPK yang datang, Gubernur saat ini akan dimintai keterangan sebagai saksi," lanjut dia.

Veronica pun menyebut, kini pihaknya sama-sama menunggu dan menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan.

Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap itu. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto