Netral English Netral Mandarin
14:32wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Jika Jadi Presiden, Indonesia Bakal Bersih dari Korupsi, Fahri: Mudah Dibersihkan asal Pakai Otak Bukan Pakai Otot!

Rabu, 10-Maret-2021 17:35

Jika Jadi Presiden Indonesia Bakal Bersih Korupsi, Fahri: Mudah Dibersihkan Asal Pakai Otak Bukan Pakai Otot!
Foto : Twitter/Fahri Hamzah
Jika Jadi Presiden Indonesia Bakal Bersih Korupsi, Fahri: Mudah Dibersihkan Asal Pakai Otak Bukan Pakai Otot!
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah menyampaikan pengandaiannya jika dia dijadikan Presiden, maka kasus korupsi di Indonesia akan selesai dalam setahun.

Seorang netizen bernama @elHurryKoRn_2 menyentil Fahri dengan mempertanyakan mau nyapres lewat partai apa? 

"NYAPRES LEWAT PARTAI APA OM?" katanya. 

Merasa dipertanyakan, Fahri merespon cuitan tersebut. Fahri mengklarifikasi bahwa itu artinya Partai Gelora memiliki konsep jitu untuk bersihkan korupsi di Indonesia. 

"Itu artinya saya gak nyapres tapi  @partaigeloraid  punya konsep jitu bersihkan Indonesia dari korupsi.  Korupsi mudah dibersihkan asal pakai otak bukan pakai otot," kata Fahri, seperti dikutip Netralnews, Rabu (10/3/21).  

"Pakai otot sudah gagal 19 tahun. Kalau gak percaya angkat saya setahun aja...," imbuhnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah menyatakan jika kasus korupsi masih banyak terjadi berarti Indonesia telah gagal.

"Saya tuh tidak suka merayakan kegagalan, saya itu ingin  merayakan keberhasilan. Karena orang Indonesia itu tidak tahu beda antara sukses dan sibuk itu," kata Fahri Hamzah, sebagaimana dikutip dari Talk Show TvOne pada Minggu, 7 Maret 2021.

Diungkapkannya, bahwa orang Indonesia menghargai orang yang sibuk, yakni yang mempunyai masalah itu-itu saja maka akan dianggap hebat.

"Jadi kalau ada kaya gini kita masih sibuk ngurus korupsi, wah hebat nih kerjaan kita tambah banyak nih. Saya tuh enggak suka yang kaya gitu," ucapnya.

Dikatakannya kalau dia lebih suka merayakan kesuksesan dan suka jika korupsi itu sudah tidak ada.

Ketika ditanya apakah bisa hal itu terjadi di Indonesia, dia menjawab bisa karena negara lain saja bisa memberantas korupsi.

"Emang kita bangsa terkutuk apa nggak bisa keluar dari  isu korupsi, kita ini kan bangsa yang agung kan? Itu soal kapasitas saja, makanya saya bilang kan kasih saya jadi Presiden setahun korupsi saya hilangkan," ujar Fahri Hamzah.

Bahkan, dikatakannya dia bisa mengatur agar korupsi hilang dalam waktu kurang dari setahun. Ada cara untuk melakukan hal itu.

"Sama dengan ada yang bilang, 'saya jadi Gubernur masalah beres'. Saya jadi Presiden masalah beres," katanya.

Disebutnya pemimpin itu adalah seorang pencipta musim, yang dapat menciptakan musim agar orang tidak lagi melakukan korupsi.

Fahri Hamzah menyatakan ada tiga tahapannya yang nanti dia ungkapkan.

"Pemimpin itu pencipta musim, orang akan ikut kepada sinar yang dilahirkan dari pemimpin," ucapnya.

Namun, ketika ditanya apakah dia ingin jadi presiden, Fahri Hamzah menjawab tidak dan mengatakan kalau dia ingin menjadi marbot.

Sementara Presiden, yang memiliki wewenang atas Kepolisian, Jaksa, dan pengaruh di ruang jabatan publik seharusnya bisa lebih cepat apabila dengan KPK saja semestinya bisa dalam dua tahun.

"Kalau KPK ngerti fungsi dia yang sebenarnya. Kita ubah undang-undang ini dengan maksud supaya KPK lebih paham, sekarang gimana si, itu Jaksa Agung ngejar korupsi 23 triliun, 24 triliun, Asabri, BPJS Ketenagakerjaan, dan lain-lain," ujar Fahri Hamzah.

Dipaparkannya, lain hal dengan KPK, yang berhasil menangkap orang yang pernah diberi penghargaan antikorupsi dengan uang di tangan ajudan senilai Rap1 miliar.

Padahal, dilanjutkannya, seharusnya KPK adalah super power atau super body di dalam pemberantasan korupsi.

Akan tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya, kondisi saat ini KPK hanya memakai audit dan menemukan kerugian hingga triliunan, melakukan pembekuan aset-aset dan bisa disetorkan ke negara adalah Kejaksaan, yang undang-undangnya tidak diubah.

"Tapi KPK yang kuat ini cuma ambil amplop-amplop dari tangan pejabat itu, kan sebenarnya itu ironis, ini yang menurut saya KPK tidak paham fungsi dia yang sebenarnya,"  katanya.

Sebab itu, kenapa dia mengatakan jika jadi Presiden cukup satu tahun karena akan difungsikannya semua lembaga untuk membantu menangani korupsi.

Kepolisian akan difungsikan jika berhasil membersihkan internal Polisi.

Saat ditanya jika di dalam lembaga penegak hukum itu sendiri ada oknum yang melakukan korupsi, Fahri Hamzah menjawab hal itu yang akan dilakukannya termasuk membereskan Kepolisian.

"Membereskan Kejaksaan Agung, membereskan pengadilan, membereskan lembaga-lembaga, yang tidak punya akal para elite lah, saya enggak nyebut orang. Ini soal gampang kalau orkestra ini berhasil dibuat, ada ilmunya," ucap Fahri Hamzah menutup.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto