Netral English Netral Mandarin
19:16wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Fakta Terjadinya Alzheimer pada Lansia

Minggu, 26-September-2021 04:00

Kenali ciri-ciri alzheimer
Foto : alodokter
Kenali ciri-ciri alzheimer
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setiap orang memiliki episode kelupaan dari waktu ke waktu. Tetapi orang-orang dengan penyakit Alzheimer menunjukkan perilaku dan gejala tertentu yang terus berlanjut dan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat mencakup kehilangan ingatan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti kemampuan untuk menepati janji, kesulitan memecahkan masalah, bingung dari waktu ke waktu, tak ingat waktu dan tempat, kebersihan pribadi menurun, perubahan suasana hati dan kepribadian, serta menarik diri dari teman, keluarga dan komunitas.

Gejala-gejala tersebut akan berubah sesuai dengan stadium penyakit dan bisa berkembang menjadi gejala yang lebih parah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta mengenai alzheimer.

Alzheimer onset dini

Alzheimer biasanya menyerang orang berusia 65 tahun ke atas, namun dapat terjadi pada orang-orang dengan usia 40-an atau 50-an. Itu disebut dengan Alzheimer onset dini, atau onset yang lebih muda. Jenis Alzheimer ini mempengaruhi sekitar 5 persen dari semua orang dengan kondisi tersebut.

Gejala awal Alzheimer dapat mencakup kehilangan memori ringan dan kesulitan berkonsentrasi atau menyelesaikan tugas sehari-hari. Mungkin sulit untuk menemukan kata yang tepat saat berbicara dan mungkin lupa waktu. Masalah penglihatan ringan, seperti kesulitan membedakan jarak, juga dapat terjadi.

Mendiagnosis penyakit Alzheimer

Satu-satunya cara pasti untuk mendiagnosis seseorang dengan penyakit Alzheimer adalah dengan memeriksa jaringan otak mereka setelah kematian. Tetapi dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan dan tes lain untuk menilai kemampuan mental Anda, mendiagnosis demensia, dan mengesampingkan kondisi lain.

Dokter kemungkinan akan mulai dengan mengambil riwayat medis, menanyakan seputar gejala, riwayat keluarga, kondisi kesehatan terkini, obat-obatan yang digunakan, diet, asupan alkohol, gaya hidup dan lainnya.

Tes Alzheimer

Tidak ada tes pasti untuk penyakit Alzheimer. Namun, dokter kemungkinan akan melakukan beberapa tes untuk menentukan diagnosis, bisa berupa tes mental, fisik, neurologis, dan pencitraan.

Dokter kemungkinan akan memulai dengan tes status mental untul menilai memori jangka pendek dan panjang serta orientasi terhadap tempat dan waktu.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan neurologis untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain, seperti masalah medis akut, seperti infeksi atau stroke. Selama tes, mereka akan memeriksa refleks, tonus otot, dan ucapan Anda.

Pencitraan otak juga dapat dilakukan yang mencakup MRI. MRI dapat membantu mengetahui tanda kunci, seperti peradangan, pendarahan, dan masalah struktural. Pemindaian tomografi komputer (CT). CT scan mengambil gambar sinar-X yang dapat membantu dokter mencari karakteristik abnormal di otak.

Ada juga pemindaian tomografi emisi positron (PET). Gambar pemindaian PET dapat membantu dokter mendeteksi penumpukan plak. Plak adalah zat protein yang berhubungan dengan gejala Alzheimer.

Tes lain yang mungkin dilakukan dokter termasuk tes darah untuk memeriksa gen yang mungkin mengindikasikan risiko penyakit Alzheimer yang lebih tinggi.

Obat alzheimer

Tidak ada obat yang diketahui untuk penyakit Alzheimer. Namun, dokter dapat merekomendasikan obat-obatan dan perawatan lain untuk membantu meringankan gejala dan menunda perkembangan penyakit selama mungkin.

Untuk Alzheimer awal hingga sedang, dokter mungkin meresepkan obat-obatan seperti donepezil (Aricept) atau rivastigmine (Exelon). Obat-obatan ini dapat membantu mempertahankan kadar asetilkolin yang tinggi di otak. Ini adalah jenis neurotransmitter yang dapat membantu membantu memori Anda.

Untuk mengobati Alzheimer sedang hingga berat, dokter akan meresepkan donepezil (Aricept) atau memantine (Namenda). Memantine dapat membantu memblokir efek kelebihan glutamat.

Glutamat adalah bahan kimia otak yang dilepaskan dalam jumlah yang lebih tinggi pada penyakit Alzheimer dan merusak sel-sel otak.

Dokter juga mungkin merekomendasikan antidepresan, obat anti kecemasan, atau antipsikotik untuk membantu mengobati gejala yang berhubungan dengan Alzheimer. Gejala-gejala ini termasuk depresi, kegelisahan, agresi, agitasi serta halusinasi.

Perawatan Alzheimer

Selain pengobatan, perubahan gaya hidup dapat membantu mengelola kondisi Alzheimer. Biasanya dokter juga membuatkan strategi seperti fokus pada tugas, membatasi kebingungan, menghindari konfrontasi, dan mengatur jadwal untuk istirahat.

Beberapa orang percaya bahwa vitamin E dapat membantu mencegah penurunan kemampuan mental, tetapi penelitian menunjukkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian. Pastikan untuk bertanya kepada dokter sebelum mengonsumsi vitamin E atau suplemen lainnya. Ini dapat mengganggu beberapa obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer.

Mencegah Alzheimer

Sama seperti tidak ada obat yang diketahui untuk Alzheimer, tidak ada tindakan pencegahan yang tepat. Namun, para peneliti berfokus pada kebiasaan gaya hidup sehat untuk pencegahan penurunan kognitif seperti berhenti merokok, berolahraga teratur dan ikut pelatihan kognitif.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati