Netral English Netral Mandarin
21:16wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
FAPP Apresiasi Gerak Cepat Polri Tangkap Muhammad Kace dan Yahya Waloni

Senin, 30-Agustus-2021 17:40

Ketua Tim Task Force FAPP Petrus Selestinus
Foto : Istimewa
Ketua Tim Task Force FAPP Petrus Selestinus
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) mengapresiasi langkah Bareskrim Polri, merawat dan menjaga kebhinekaan melalui sarana penegakan hukum untuk mewujudkan visi Presiden Jokowi yaitu memperkokoh kebhinekaan, sehubungan dengan semakin maraknya kejahatan penistaan agama dan ujaran kebencian, yang berpotensi mengancam integrasi nasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Task Force FAPP Petrus Selestinus mengomentari penangkapan YouTuber Muhammad Kace alias Muhammad Kece dan penceramah Yahya Waloni guna menghadapi proses hukum atas kasus dugaan tindak pidana penistaan agama dan ujaran kebencian.

"Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, telah memperlihatkan sikap tegas dan komitmen mewujudkan visi Presiden Jokowi merawat kebhinekaan' melalui penegakan hukum," kata Petrus dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/8/2021).

"Semoga ini sebagai sumbangsih terbesar Polri dalam melindungi kepentingan strategis nasional yang akhir-akhir menghadapi guncangan akibat maraknya berita hoaks, penistaan agama, ujaran kebencian, radikalisme, dan lain sebagainya," sambungnya.

Petrus menyebut, Bareskrim Polri tentunya punya dasar dan alasan yang kuat untuk menangkap Yahya Waloni dan Muhammad Kace karena ada laporan polisi dari sejumlah pihak terkait beredarnya video YouTube yang berkonten menista agama Islam/Kristen serta ujaran kebencian.

"FAPP mengapresiasi langkah Bareskrim Polri, karena begitu cepat merespons laporan masyarakat, dan hanya dalam kurun waktu singkat, telah menindak orang-orang yang diduga telah menista agama Islam/Kristen dan ujaran kebencian, yaitu Muhammad Kace dan Yahya Waloni," pungkasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P