Netral English Netral Mandarin
06:05 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
FDR Black Box Sriwijaya Air Ditemukan, Menhub Apresiasi Kerja Keras Tim SAR Gabungan

Rabu, 13-January-2021 13:35

Black box ditemukan, Menhub apresiasi petugas.
Foto : BNPB
Black box ditemukan, Menhub apresiasi petugas.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR) yang menjadi bagian dari black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Selasa (12/1/2021) sore.

Prosesi penyerahan FDR tersebut diawali dengan konferensi pers oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kabasarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito, dan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Thahjono di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Selasa (12/1/2021) pukul 17.30 WIB.

Menteri Perhubungan menyampaikan apresiasi atas kerja keras, sinergitas, dan soliditas hingga hari keempat pelaksanaan operasi SAR. 



"Koordinasi yang apik antara TNI, Polri, Basarnas, KNKT, dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR," kata Budi seperti dilansir dari laman Badan SAR Nasional (Basarnas), www.basarnas.go.id.

Menhub juga menyampaikan 3 instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan operasi SAR. Yang pertama, harus cepat menemukan dan mengevakuasi black box, bagian tubuh para korban, dan potongan pesawat.Kedua, asuransi dan hak para korban segera diberikan kepada keluarga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dan ketiga, penyebab kecelakaan harus segera ditemukan dan dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja penerbangan nasional," ujar Budi.

 

Panglima TNI pada kesempatan tersebut kembali menekankan komitmennya bahwa TNI mendukung penuh Basarnas dalam pelaksanaan operasi SAR hingga tuntas.

"Operasi SAR sudah kita laksanakan mulai hari Sabtu malam sampai dengan hari ini oleh TNI-Polri dan mitra dalam rangka mendukung Basarnas," tegas Hadi. 

Hadi menerangkan, pukul 14.00 WIB, mendapatkan laporan dari KSAL Laksanama TNI Yudo Margono bahwa di area yang sebelumnya sudah ditandai (marking) ditemukan pecahan Underwater Acoustic Beacon (UAB) yang fungsinya  memberikan sinyal. 

 

"Saya minta agar FDR yang kemungkinan besar masih berada di sekitar itu untuk terus dicari," ujarnya. Kemudian, pukul 16.40 WIB, KSAL kembali melaporkan bahwa FDR telah berhasil ditemukan. Yang menjadi orientasi pencarian berikutnya adalah Cockpit Voice Recorder (CVR).

"Dengan keyakinan yang tinggi Cockpit Voice Recorder akan segera ditemukan. Operasi ini belum selesai, karena akan terus kita lakukan evakuasi korban termasuk seluruh potongan body pesawat kita upayakan diangkat," jelas Panglima TNI.

 

Sementara Kepala Basarnas mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan unsur TNI, khususnya TNI AL yang telah mengerahkan daya dan upaya sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan baik. 

Kepala Basarnas yang baru saja tiba usai memimpin operasi di Last Know Position (LKP) juga menyampaikan hasil operasi yang didapat. "Kami membawa 24 kantong jenazah, 1 berisi partikel dari pesawat," ungkap Bagus.

 

Terakhir, Kepala KNKT menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik dari TNI, Basarnas, dan stakeholder lainnya sehingga dapat menemukan FDR dan kedua beacon VCR. 

Data yang ada di dalam FDR itu sangat dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat. Pihaknya mohon doa dari masyarakat agar pengunduhan data FDR yang berlangsung sekitar 2 sampai 5 hari dapat berjalan dengan lancar. 

 

Di akhir konferensi pers, Panglima  menyerahkan FDR yang dibawa KRI Kurau kepada Kepala Basarnas. "Saya menyerahkan Flight Data Recorder ini kepada penanggung jawab operasi SAR, Kabasarnas," terang Hadi. Kepala Basarnas kemudian menyerahkan FDR tersebut kepada Kepala KNKT. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani