Netral English Netral Mandarin
11:10wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
FEB UI Gelar Seminar Internasional 'The 18th Economix: Global Economic Challenges'

Minggu, 28-Februari-2021 22:55

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggelar seminar The 18th Economix
Foto : FEB UI
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggelar seminar The 18th Economix
43

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggelar seminar internasional bertajuk The 18th Economix: Global Economic Challenges.

Seminar ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk mempresentasikan, berdiskusi, dan berpotensi menemukan solusi untuk masalah ekonomi global saat ini.

Tahun ini kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, memperluas wacana krisis iklim dalam berbagai dimensi, dan merancang kerangka kerja yang diperlukan serta solusi potensial. Peserta yang beragam dari seluruh dunia telah mengambil bagian dalam pengalaman 'Global' kami, termasuk program utama (Competition, Conference dan Seminar) dan acara pertukaran budaya antar individu.

Dalam beberapa dekade terakhir, krisis iklim telah membebani perekonomian global dan menimbulkan rasa khawatir di seluruh dunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (2020) telah menyatakan bahwa jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat pada titik yang tidak pernah terlihat dalam tiga juta tahun. Banyak ahli telah menyatakan bahwa perilaku manusia telah menjadi kontributor utama krisis iklim, dengan kelalaian dan ketidakpedulian terhadap lingkungan yang memperburuk masalah.

Sesi ini akan memberikan gambaran umum tentang urgensi krisis iklim dan bagaimana peningkatan kesadaran mengenai masalah tersebut di seluruh dunia akan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Dengan laju peningkatan suhu yang terus meningkat sejak tahun 1981, tidak dapat dihindari bahwa krisis iklim mempengaruhi semua sistem dan makhluk hidup di seluruh dunia. Ekonom dari National Bureau of Economic Research, Marshall Burke, sebelumnya pernah menyatakan bahwa jika rata-rata suhu terus meningkat sebesar 2°C, produk domestik bruto global akan turun 15%. Pada tahun 2017, Badan Perlindungan Lingkungan AS juga menyatakan bahwa cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi karena perubahan iklim dapat menyebabkan hilangnya dua miliar jam kerja setiap tahun pada tahun 2090, yang mengakibatkan hilangnya gaji sebesar $160 miliar USD. Maka dengan itu, sangat penting bahwa krisis iklim ditangani oleh pemerintahan di seluruh dunia dengan mengimplementasikan lebih banyak kebijakan yang menjamin perlindungan lingkungan untuk melindungi generasi sekarang dan masa depan.

Sesi ini akan menghadirkan pembicara untuk berdiskusi mengenai masalah krisis perubahan iklim dari sudut pandang yang berbeda dan cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut agar pertumbuhan yang berkelanjutan tercapai.

International seminar ini akan diadakan pada 1 dan 2 Maret 2021, dari pukul 08.30 melalui Zoom dan Youtube Channel Economix FEB UI 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli