Netral English Netral Mandarin
06:03wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Ferdinand Heran, Gubernur Anies yang Dikritik, Kenapa Haji Lulung yang Meradang?

Sabtu, 14-Agustus-2021 02:00

Kolase Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH) dan Gubernur DKI Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Kolase Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH) dan Gubernur DKI Anies Baswedan
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen merasa heran dengan sikap Anggota DPR Abraham Lulung Lunggana (Haji Lulung) yang 'meradang' dalam merespon kritiknya terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Keheranan Ferdinand itu disampaikan lewat akun Twitternya, @FerdinandHaean3, Jumat (13/8/2021).

Ia menautkan link artikel salah satu media online dengan judul berita 'Anies Baswedan Diserang Ferdinand Hutahaen, Haji Lulung Meradang, Keras'.

"Anies yang gue kritik, kenapa Lulung yang meradang? Ini ceritanya mulai ngeluarin jagoan nih? (emoji tertawa)," tulis Ferdinand.

Sebelumnya diberitakan, Ferdinand mengkritik Anies Baswedan terkait hasil audit Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang menemukan kelebihan bayar pada beberapa pos keuangan Pemprov DKI Jakarta 2020.

Ferdinand bahkan menuding Anies sebagai 'gubernur edan' lantaran tetap membayar gaji PNS DKI yang sudah wafat, pensiun dan yang sedang dalam masa hukuman.

"Mayat pun digaji sama dia! Gubernur edan!" cuit Ferdinand di akun Twitternya, Jumat (6/8/2021).

Merespon pernyataan itu, Haji Lulung mengingatkan Ferdinand untuk berhati- hati berkomentar, termasuk dalam menyampaikan kritik agar tidak ditertawai publik.

Menurutnya, kritik dalam negara demokrasi merupakan hal yang wajar, namun jangan sampai tendensius hanya berdasarkan rasa kebencian, menyimpang dari substansi, serta keluar dari koridor kepantasan.

"Kalau mau komentar, sebaiknya belajar dulu atau paling tidak cari informasi dulu yang benar. Malu bicara, tidak pernah substansi dan benar, nanti Anda cuma ditertawai orang dan jangan tendensius," kata Haji Lulung, Jumat (13/8/2021), dilansir dari Antara.

Lulung menilai, tanggapan Ferdinand soal temuan audit LHP BPK menunjukkan Ferndinand tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang tata kelola atau tugas BPK, yang meliputi pengawasan dan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan pemerintahan.

Sebab, lanjut Haji Lulung, Pemprov DKI Jakarta telah menindaklanjuti semua temuan BPK sesuai rekomendasi BPK, serta tidak ada kerugian negara terkait temuan tersebut.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menganggap Ferdinand naif dan serangannya ke Anies jelas dipaksakan serta tidak berdasar dan dia menilai Ferdinand terlalu bernafsu menyerang Anies.

Padahal, kata Lulung, Pemprov DKI Jakarta era Anies yang selalu berhasil meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK adalah fakta yang tak bisa dibantah siapa pun.

Haji Lulung menyebut pencapaian predikat opini WTP era Anies ini merupakan keempat kalinya secara berturut-turut, berdasarkan laporan sejak tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020.

Artinya, sebut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dari tahun ke tahun sejak Anies jadi Gubernur DKI Jakarta maka hasil audit akhir BPK, wajar tanpa pengecualian.

"Ferdinand banyak belajarlah biar pinter dikit. Kalau perlu belajar dengan teman-teman di DPRD DKI, supaya tidak lagi ditertawai generasi milenial," ucapnya berseloroh.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli