3
Netral English Netral Mandarin
08:33 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
HNW Sebut Upaya Anies Cegah Banjir Disabotase, FH Kesal: Jangan Provokasi, Malu Sama...

Kamis, 21-January-2021 16:40

Kesal dengan HNW Sebut Anies Cegah Banjir Disabotase, Ferdinand sebut Jangan Provokasi, Malu Sama Kucing...
Foto : Istimewa
Kesal dengan HNW Sebut Anies Cegah Banjir Disabotase, Ferdinand sebut Jangan Provokasi, Malu Sama Kucing...
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gerah dengan pernyataan Hidayat Nur Wahid (HNW) soal dugaan sabotase persiapan hadapi banjir, mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean membalas cuitan HNW.

Ia mengatakan bahwa terlalu cepat mendahului polisi dalam menentukan motif pelaku.

"Jgn terlalu cepat mendahului Polisi menentukan motif dari pelaku. Memilih kata SABOTASE ini terlalu prematur sblm Polisi menangkap pelaku yg menurut Sudin Binamarga adlh dugaan PENCURIAN KABEL yg gagal," ketus Ferdinand.

"Jgn membuat provokasi opini yg jd polemik Pak HNW, malu sm kucing tetangga," tandasnya.

Sementara HNW sebelumnya mengatakan: "Upaya Gub @aniesbaswedan Cegah Banjir di Ibu Kota Kembali Disabotase, Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas Dipotong Lagi. Polisi perlu segera tangkap dan hukum keras pelakunya. Agar “teror dan sabotase” yg membahayakan keamanan warga tak terulang lagi."

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, disebut-sebut bahwa upaya pencegahan banjir Ibu Kota yang terus dilakukan Gubernur DKI Jaarta, Anies Rasyid Baswedan disabotase orang tidak dikenal.

Kata "sabotase" diduga karena adanya sejumlah kasus pemotongan kabel listrik pada sejumlah rumah pompa yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat. Salah satunya adalah pemotongan kabel listrik pada Rumah Pompa Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Temuan itu diungkap oleh Kepala Suku Dinas Binamarga Jakarta Pusat, Rakim Sastranegara.

"Iya sempat ada percobaan pencurian kabel tapi belum terjadi hanya putus saja kabelnya," kata Rakim, Rabu (20/1/2021).

Rakim Sastranegara juga mengatakan bahwa keberadaan Rumah Pompa yang berlokasi persis di sebelah Underpass Dukuh Atas itu sangat penting.

Mengingat pompa air berukuran besar di lokasi berfungsi untuk mencegah banjir seperti yang terjadi pada tahun 2017 silam. Apalagi, kini Pemprov DKI tengah menghadapi puncak musim penghujan yang diprediksi jatuh pada bulan Februari 2021 mendatang.

"Kejadian pertama pelaku tertangkap oleh petugas rumah pompa," katanya.

Sedangkan aksi kedua pelaku memang tidak tertangkap, hanya saja kabel sempat dipotong oleh pelaku, namun kabel itu tidak berhasil dibawa kabur.

"Kejadian kedua itu pelaku tidak tertangkap tapi sempat memotong kabel listrik. Pelaku melakukan pemotongan kabel listrik dari meteran KWH ke mesin pompa air," ujarnya dilansir Tribunnews.com.

Menyikapi maraknya tindak kejahatan, Rakim tengah melakukan pengajuan pemasangan CCTV di empat rumah pompa underpass di Jakarta Pusat. Diantaranya, Underpass Dukuh Atas, Senen, Angkasa dan Matraman.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto