Netral English Netral Mandarin
11:53wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
FH Samakan Mabuk Miras dengan Mabuk Agama, Tokoh Papua: Komunis Biasanya Suka Menuduh Orang Mabuk Agama

Selasa, 02-Maret-2021 20:20

Ilustrasi Miras
Foto : Istimewa
Ilustrasi Miras
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik aturan investasi soal miras sudah selesai. Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan menarik beleid tersebut pada hari ini. 

Begitu juga dengan netizen twitter. Kondisi linimasa ramai membahas soal asal muasal budaya pembuatan alkohol di wilayah Indonesia. Atau sikap masyarakat menolak adanya ketentuan kalau miras bisa merusak jiwa. Bahkan, organisasi masyarakat, hingga pemuka agama ramai meminta pemerintah menganulir aturan tersebut. 

Tak terkecuali para politisi, salah satunya politikus eks Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dia mencuitkan. 

"Kaum munafik itu akan terus membela diri soal mabuk agama dgn mabuk miras. Sy paham dan bisa mengerti, karena mmg begitulah org munafik. Padahal kayaknya nih, Neraka akan lbh banyak dihuni kaum munafik yg mabuk agama drpd org yg mabuk miras. (ikon ketawa).

Sy suka Wine, tp tak pernah mabok," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Selasa (2/3/2021). 

Pernyataan Ferdinand langsung disindir tokoh Papua Christ Wamea dengan akun resminya @ChristWamea. Dia menuliskan kalau pihak yang suka menuduh orang mabuk agama hanya komunis.

"Komunis yg biasa suka menuduh orang mabuk agama," tulisnya lagi. 

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut aturan terkait investasi industri minuman keras (miras). Seperti diketahui aturan ini terdapat pada lampiran Peraturan Presiden (Perpres) No 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati