3
Netral English Netral Mandarin
19:07 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Ferdinand: Ngurus Jakarta Ngga Becus, Tak Satupun yang Diurus dan Selesai, Konyolnya...

Selasa, 26-January-2021 12:37

Kritis Anies, Ferdinand sebut Ngurus Jakarta Ngga Becus, Tak Satupun yang Diurus dan Selesai
Foto : Istimewa
Kritis Anies, Ferdinand sebut Ngurus Jakarta Ngga Becus, Tak Satupun yang Diurus dan Selesai
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politikus Ferdinand Hutahaean, Selasa (26/1/21) beberapa kali mengkritik kebijakan Gubernur Anies Baswedan. Menurutnya, Anies tidak becus mengurus Jakarta.

"Ngurus Jakarta ngga becus, masalah kota tak satupun yang diurus dan selesai. Konyolnya polusi yg turun diklaim sbg kinerja padahal akibat WFH hingga Gunung Salak Bogor terlihat," kata Ferdinand.

"Ditambah lagi Formula E yang gelap gulita, ini membuang uang rakyat memperkaya pihak lain. Korup..!" imbuhnya.

"Sbg Gubernur, mestinya @aniesbaswedan  alokasikan anggaran utk memperbesar saluran/gorong2/got agar kapaditas tampung dan kapasitasnya mengirim air ke laut lebih besar dan dihitung sesuai kebutuhan Jakarta. Bukan malah ngecat genteng dan trotoar. Kapan sih lu selesaiin masalah?" kata Ferdinand.

Mengenai kondisi lingkungan Jakarta, sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut pandemi virus Corona (COVID-19) membuat kualitas udara di Ibu Kota membaik. Ada peningkatan kualitas udara mencapai 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Karena pandemi Covid pada 2020, telah terjadi peningkatan kualitas udara di DKI. Ditandai dengan penurunan konsentrasi rata-rata PM 2,5 bulanan di bandingkan 2019, yaitu mencapai penurunan (polusi) 14 sampai 50 persen," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih, dalam webinar Peresmian Program Kemitraan Jakarta Clean Air, Rabu (22/9/2020).

Menurut Andono, Pemprov DKI Jakarta perlu memperluas kerja sama dengan beberapa lembaga untuk menangani masalah polusi. Tak hanya satu lembaga, tapi berbagai lembaga yang berbeda-beda.

"Pengelolaan kualitas udara tentunya akan lebih optimal bila dilakukan secara terpadu dengan kombinasi regulasi serta peningkatan kemitraan dari pemangku kepentingan, termasuk akademisi, masyarakat, maupun LSM untuk sama-sama berperan tingkatkan kualitas udara," ujar Andono.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Bloomberg Philanthropies, dan Vital Strategies untuk meneliti dan memperbaiki kondisi udara di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta memberi efek pada kualitas udara. Seperti di beberapa kota dengan ekonomi yang tumbuh, kualitas udara pun memburuk.

"Selama beberapa dekade belakangan ini, tingkat polusi udara di perkotaan telah meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Sama halnya dengan Jakarta, polusi di Jakarta khususnya, kandungan partikular yang membahayakan kesehatan kita telah melampaui panduan yang ditetapkan WHO dan standar nasional," kata Anies dalam sambutannya.

Bagi Anies, pertumbuhan ekonomi bisa berdampingan dengan perbaikan lingkungan. Anies menyebut beberapa kota telah bisa melakukannya.

"Sudah banyak perkotaan di seluruh dunia membuktikan bahwa kita bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas udara pada saat yang bersamaan," ujarnya.

Formula E Ditunda

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, commitment fee atau dana komitmen pelaksanaan Formula E tahun 2020 tidak akan raib meskipun pelaksanaan ajang balap mobil tersebut mengalami penundaan.

"Kalau soal dana itu kan tidak hilang, ini kan force majeur kalau ada pandemi ini kan tidak berarti dana yang sudah dibayar itu tidak hilang, tidak hilang dana yang sudah pernah dibayarkan," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2020).

Kendati begitu, kata dia, saat ini Pemprov DKI Jakarta masih menunggu untuk pelaksanaan Formula E di tahun depan saat pandemi virus Corona atau Covid-19 sudah selesai.

"Karena pandemi Covid-19 itu kan ditiadakan nanti kita lihat apakah dimungkinkan di tahun 2021 kita belum tahu. Jadi kita masih menunggulah," jelasnya.

Sebelumnya, ajang internasional Formula E yang bakal digelar di Jakarta pada 6 Juni 2020 ditunda. Keputusan tersebut dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Rabu 11 Maret 2020.

Kritik Ferdinand

 Ferdinand Hutahaean masih bersikeras mempertanyakan soal Formula E yang sebelumnya telah direncanakan oleh Anies Baswedan akan diselenggarakan di Jakarta.

Menurut Ferdinand Hutahaean Formula E musim 2019-2020 sudah batal dilaksanakan, sedangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah gelontorkan banyak dana untuk acara tersebut.

Sehingga, Ferdinand Hutahaean mencurigai ada penyelewengan dana, dan mempertanyakan apakah ini balapan mobil listrik atau balapan korupsi?

Hal itu Ferdinan Hutahaean sampaikan dalam cuitan Twitter @FerdinandHaean3 pada Minggu 24 Januari 2021.

“Jadi sebetulnya BALAPAN FORMULA E INI BALAPAN MOBIL LISTRIK ATAU BALAPAN KORUPSI?,” tulis akun Twitter @FerdinandHaean3

Ferdinand menyampaikan bahwa fee untuk penyelenggaraan Formula E di Jakarta telah dibayar sebesar 20 juta pounsterling dan balapan tidak jadi dengan alibi ditunda.

Akan tetapi Federation Internationale de l’ Automotive (FIA) sebagai promotor penyelenggara tidak memasukan Jakarta pada musim 2020-2021 padahal sudah bayar uang muka senilai 11 juta poundsterling.

Kalau saya Gubernur Jakarta, saya akan menyurati FIA untuk mengalihkan Fee Formula E 2019/2020 sebesar 20 Juta Pound sebagai Fee untuk musim 2020/2021,” kata Ferdinand.“Tak perlu bayar lagi apalagi baru uang muka sebesar 11 Juta Pound. Dan faktanya FIA tak masukkan Jakarta sebagai tuan rumah. Mengapa Gubernur ini tak cerdas?,” tambahnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto