Netral English Netral Mandarin
09:23wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Liburan di Purwakarta, Jangan Lupa Mampir ke Sate Maranggi

Jumat, 25-December-2020 23:40

Sate Maranggi di Purwakarta.
Foto : Antara
Sate Maranggi di Purwakarta.
35

PURWAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berupaya melakukan pemulihan ekonomi masyarakat dengan menggelar Festival Maranggi 2020.

"Jika ditotalkan, ada sekitar 400 pelaku usaha sate maranggi di Purwakarta," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Jumat, (25/12/2020).

Ia mengatakan, keberadaan para pelaku usaha sate maranggi itu merupakan potensi yang bisa digarap untuk pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi.

Menurut dia, Festival Maranggi 2020 digelar untuk memberikan motivasi kepada para pelaku usaha sate maranggi di masa pandemi COVID-19,  karena ada sebagian pedagang yang terdampak secara ekonomi.

"Festival ini juga merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan dari pemkab kepada para pelaku usaha sate maranggi di Purwakarta," kata dia.

Para pelaku usaha sate maranggi itu sendiri tersebar dari Kecamatan Plered, Kiarapedes, Bojong, Purwakarta, Campaka dan Kecamatan Bungursari. Masing-masing daerah itu mempunyai ciri khas dan rasa tersendiri.

Festival Sate Maranggi 2020 yang telah digelar pada Kamis (24/12) itu dibatasi pesertanya, karena kegiatan itu digelar di tengah pandemi.

Dari ratusan pelaku usaha sate maranggi di Purwakarta, dalam kegiatan festival itu hanya ada sekitar 58 pedagang maranggi yang diikutsertakan.

"Jadi festival ini bukan mencari siapa pemenangnya atau siapa yang terbaik, tapi lebih kepada upaya mendorong kreatifitas para pelaku usaha kuliner di Purwakarta, khususnya kuliner maranggi di saat pandemi," ujar Anne, dilansir Antara.

Hal itu, lanjutnyq, agar para wisatawan tetap dapat berkunjung dan menikmati wisata kuliner serta mengetahui bahwa para pedagang tetap menerapkan protokol kesehatan.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani