Netral English Netral Mandarin
08:15wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
FH Gregetan di Kasus Korupsi Sarana Jaya KPK belum Periksa Ketua DPRD

Jumat, 19-Maret-2021 10:20

Ferdinand Hutahaean
Foto : SUMEKS
Ferdinand Hutahaean
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean mengaku gregetan menyoroti kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Rumah DP 0 Rupiah oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Gregetan tersebut, dan akui Ferdinand lantaran KPK tak kunjung memeriksa Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Yang bikin gregeran itu, mengapa @KPK_RI tak kunjung memeriksa @PrasetyoEdi_ dan @aniesbaswedan ini?," kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

Bahkan hingga saat ini, lanjut Ferdinand, KPK juga belum mengumumkan tersangka ke publik. 

"Tersangkapun belum diumumkan ke publik secara terbuka, apakah KPK sedang membuka pintu keluar?" tulis Ferdinand lagi.

"Nalar waras yakin kalau Gubernur harus dipanggil KPK..!" lanjut dia.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menuding Gubernur Anies Baswedan lebih bertanggung jawab dalam kasus korupsi rumah DP Rp 0 yang disangka dilakukan Direktur Utama nonaktif Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan.

Menurut Prasetio, Anies adalah orang yang menerbitkan aturan pembelian lahan itu.

Prasetio menyebut Anies menerbitkan Keputusan Gubernur untuk mencairkan uang pembelian lahan untuk Rumah DP 0 Rupiah di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Aturan yang dimaksud adalah Keputusan Gubernur Nomor 1684 Tahun 2019 tentang Pencairan Penyertaan Modal Daerah (PMD) pada Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya Tahun Anggaran 2019. Kepgub itu memutuskan pencairan PMD untuk Sarana Jaya pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp 800 miliar.

"Uang Rp 800 miliar itu kemudian digunakan untuk membeli lahan yang akan digunakan dalam Program Rumah DP 0 Rupiah," ujar Prasetio dalam keterangan tertulis, Kamis (18/3/2021).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli