3
Netral English Netral Mandarin
18:54 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
FH: Hei Novel, kalau Kau Ingin KPK Kembali Disegani Segeralah Periksa APBD DKI Jakarta 

Minggu, 31-January-2021 06:22

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Berdasarkan laporan Transparency International Indonesia (TII), Indeks Persepsi Korupsi (CPI) di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan.

Bahkan, Indonesia dikabarkan mencatat Indeks Persepsi Korupsi jauh dari rata-rata negara Asia Pasifik. Peringkatnya pun berada cukup bawah, 102 dari 180 negara. 

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengomentari jebloknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang menjadi parameter pemberantasan korupsi di Indonesia.

Novel menyebut hal tersebut terjadi sebagai akibat dari langkah pemerintah dan DPR yang telah melemahkan KPK.

"Langkah pemerintah dan DPR yang telah melemahkan KPK semakin jelas berdampak. Sekarang Indonesia semakin jelek indeks korupsinya. Apa akan terus dibiarkan?" cuit Novel melalui akun twitter @nazaqistsha, Kamis (28/1/2021).

Terkait hal itu Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) juga ikut mengomentari komentar yang disampaikan Novel Baswedan terkait melemahnya indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) agar IPK naik lagi dan lembaga antirasuah itu kembali disegani maka Novel harus segera memeriksa APBD DKI Jakarta.

"Hei Novel, kalau kau ingin IPK naik dan @KPK_RI kembali disegani ditakuti, maka segeralah periksa APBD DKI Jakarta yang digunakan memperkaya pihak lain atas nama Balapan Formula E yg tdk pernah terlaksana alias Fiktif. Padahal uang keluar sdh Trilliunan," tulis Ferdinand Hutahaean, Sabtu (30/1/2021).

Cuitan Ferdinand pun direspon berbagai komentar pro dan kontra oleh netizen. Betikut rangkumannya yang terpantau oleh netralnews.com, Minggu (31/1/2021).

@DarkCokelattt: SY TIDAK AKAN PERCAYA PADA KPK, JIKA NOVEL BASWEDAN MASIH ADA DI KPK..@FransLS: Pameran buku di Belanda juga belum kelar diperiksa Ama @KPK_RI Lae...

@EAndalusy: cc @nazaqistsha  dan @KPK_RI Sudahlah hentikan drama kpk dilemahkan, kpk diserang, dan jngn OTT aja yg jd andalan tu ada indikasi menggarong uang rakyat

@MagneticNetwork: Enak bener bilang KPK di perlemah dgn aturan baru....ga nyadar Novel sendiri yg lakukan itu. Emang paling enak sih lempar batu sembunyi tangan

@NKoyogan: ingat KPK, ingat pepatah "kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak" 

@Erwinbjm1: Dul KPK punya SOP. Kalau Formula E bermasalah pasti sdh ditindak.Dasar kebencian tidak ada dalam SOP, kecuali 2 alat bukti.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati