3
Netral English Netral Mandarin
05:00 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Tak Boleh Memfitnah, FH ke JK: Serangan Politik Bapak Pasti Direspon dengan Serangan...

Selasa, 16-Februari-2021 07:36

Jusuf Kalla dan Ferdinand Hutahaean
Foto : Pikiran Rakyat
Jusuf Kalla dan Ferdinand Hutahaean
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), meminta para pihak tidak salah mengartikan pertanyaannya terkait cara mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi. JK menyebut pertanyaan yang dilontarkannya mewakili kegelisahan masyarakat dan bertujuan untuk kebaikan pemerintah itu sendiri.

Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Selasa (16/2/21) menanggapi pernyataan JK.

"Itulah perlunya bertanya yg sesuai realita bkn bertanya sesuatu yg menyudutkan  dan berbau fitnah apalagi kontradiktif. Ini politik pak, jd serangan politik bapak pasti direspon dgn serangan balik politik juga. Coba bertanya dan kritik yg logis pak..!" kata Ferdinand.

Sebelumnya, JK berharap agar para pihak tidak usah terlalu reaktif menanggapi pertanyaannya tersebut. Sebab, menurutnya dalam sebuah pemerintahan demokrasi, kritik adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari koreksi jalannya roda pemerintahan.

"Apabila pemerintahan ingin berjalan secara demokratis, maka penting ada check and balancing dan apa yang saya kemukakan itu berwujud pertanyaan dan itu wajar, bahwa bagaimana dong caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi?" kata JK dalam keterangan tertulisnya berjudul 'JK : Kalau Sekedar Bertanya Saja Sudah Tidak Boleh, Bagaimana Mau Mengkritik', Senin (15/1/2021).

JK lalu menyinggung soal pendengung (buzzer) yang banyak menjadi sorotan.

"Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda beda terutama buzzer-buzzer ini kan? Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik. Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkiritik," kata dia seperti dinukil Detik.com.

JK juga mengapresiasi penjelasan dari pihak pemerintah yang disampaikan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman yaitu tentang cara menanggapi mengkritik. Dia meminta pertanyaannya tak disalahartikan dengan bermacam-macam tafsir.

"Saya berterima kasih sudah dijawab pemerintah melalui Jubir Presiden, Saudara Fadjroel dan itu penting sehingga masyarakat apalagi aktivis sudah tahu bagaimana caranya mengkritik dengan baik, ini penting karena maksud saya bertanya seperti itu dan itu betul-betul keluar dari hati saya, adalah ingin melihat bagaimana caranya agar pemerintah ini baik dan masyarakat juga baik, jangan disalahartikan dan diberi tafsir yang macam-macam," jelas JK.

JK juga meminta agar para pendukung setia Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar sejalan dengan keinginan Presiden yang meminta masyarakat untuk mengkritiknya. JK mengatakan pertanyaan soal cara mengkritik agar tak dipanggil aparat perlu mendapat penjelasan.

"Sekarang presiden sendiri yang membuka peluang untuk kritik itu dan itu bagus sekali. Tapi caranya harus dijelaskan supaya baik untuk pemerintah dan baik untuk masyarakat. Jadi apakah saya salah kalau mengajukan suatu pertanyaan? Nah dari situ lihat, bisa lihat karakter mereka yang mempersoalkan pertanyaan tersebut itu artinya mereka antikritik dan bertentangan dengan Jokowi, para buzzer-buzzer itu," tegas JK.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto