Netral English Netral Mandarin
04:20wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
FH Sebut Pengumpul Dana ke Palestina Sebagai Kaum Otak Sungsang

Minggu, 16-Mei-2021 14:20

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut pengumpul dana ke Palestina merupakan kaum otak sungsang.

Istilah kaum otak sungsang diakuinya meniru istilah milik Ali Mochtar Ngabalin.

Pernyataan itu disampaikan Ferdinand, lantaran, mereka para pengumpul dana lebih memperhatikan Palestina dari pada 22 juta warga miskin yang disebut-sebut berada di Indonesia.

"Kalau begitu bkn otakku yg perlu diservice, tp otak kaum pengumpul dana kevPalestina itu. Mgp bkn ngumpulin dana bust yg 22 juta ini? Hadehhh kaum otak sungsang, meminjam istilah @AliNgabalinNew," kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

Sebelumnya dalam artikel lama disebuah media disebutkan, Asian Development Bank (ADB) melaporkan 22 juta orang Indonesia masih menderita kelaparan.

ADB bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengungkapkan hal itu dalam laporan bertajuk 'Policies to Support Investment Requirements of Indonesia's Food and Agriculture Development During 2020-2045'.

Kelaparan yang diderita 22 juta orang tersebut, atau 90 persen dari jumlah orang miskin Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebanyak 25,14 juta orang dikarenakan masalah di sektor pertanian, seperti upah buruh tani yang rendah dan produktivitas yang juga rendah.

"Banyak dari mereka tidak mendapat makanan yang cukup dan anak-anak cenderung stunting. Pada 2016-2018, sekitar 22,0 juta orang di Indonesia menderita kelaparan," terang laporan tersebut dikutip dari laman resmi ADB, Rabu (6/11/2020) silam.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati