Netral English Netral Mandarin
01:45wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Fitra Sebut Jokowi Perlu Minta Maaf Soal Cat Ulang Pesawat Kepresidenan, FH: Kritiknya Lemah tak Beralasan, Oposisi Sekarang Ini Bodoh-Bodoh

Rabu, 04-Agustus-2021 11:00

Ferdinand Hutahaean
Foto : GemPl
Ferdinand Hutahaean
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) menyentil pihak-pihak yang meributkan masalah pengecatan ulang pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau BBJ 2.

Hal itu berawap dari kritikan Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Gunardi Ridwan yang menilai Presiden Joko Widodo perlu meminta maaf kepada masyarakat terkait pengecatan ulang pesawat kepresidenan di tengah pandemi Covid-19.

Diduga biaya pengecatan itu menghabiskan anggaran negara Rp2 miliar.

"Saya rasa presiden perlu memberikan konfirmasi dan permintaan maaf ke publik, agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat dan menjaga wibawa pemerintahan pusat," kata Gunardi, Selasa (3/8), seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ferdinand menilai pernyataan itu hanya bentuk pelampiasan ketidaksukaan secara pribadi kepada Pemerintah dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pernyataan Fitra ini hanya sebuah pelampiasan rasa tdk suka kpd pemerintah dan kpd Jokowi secara pribadi," tulis Ferfinand, Selasa (3/8/2021) malam.

Lebih lanjut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) mengatakan bahwa kritik yang dilontarkan Fitra kepada Pemerintah lemah dan tidak beralasan.

"Kritiknya lemah, tak beralasan dan hanya menghiperbola kekosongan pikiran yg tak objektif," ujarnya.

Di akhir cuitannya Ferdinand menilai pihak-pihak yang suka menentang pemerintah saat ini bodoh-bodoh.

"Makanya sy bilang, oposisi skrg ini bodoh2," pungkasnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani