Netral English Netral Mandarin
18:33wib
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto. Kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter mulai berlaku di sejumlah minimarket pada Rabu.
Formula E Bisa Membuat Maju Kotanya, Bahagia Warganya?

Senin, 29-November-2021 16:15

Azas Tigor Nainggolan
Foto : Medcom
Azas Tigor Nainggolan
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Balapan Formula kembali ramai dibicarakan karena pihak Gubernur  DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim bahwa  arena Formula akan ditentukan oleh presiden Jokowi. 

Tetapi pihak Sekretariat Negara membantah bahwa Presiden Jokowi tidak pernah mengatakan hal itu. Juga dikatakan pihak Sekretariat Negara bahwa urusan balapan Formula E adalah urusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bukan urusan Presiden Jokowi. 

Kelihatannya memang urusan mengadakan balapan Formula E ini menjadi barang dagangan cari untung berbagai pihak dan permainan politik.  

Situasi ini disebabkan Anies Baswedan membutuhkan dukungan di tengah persoalan keuangan yang melilit dana balapan Formula E dan untuk menyelamatkan muka Anies.

Banyak pihak pemain yang seolah mendukung rencana balapan Formula E mengatakan bahwa Formula E akan mengangkat nama Indonesia, akan menambah kunjungan wisatawan ke Indonesia, dan akan memberi keuntungan ekonomi bagi Jakarta. 

Semua janji akan itu bisa diukur dengan hasil akhir bahwa apakah balapan Formula E  itu akan membuat maju kota Jakarta dan bahagia warganya? 

Hasil ini menjadi ukuran dan memang selama menjadi Gubernur  Jakarta, Anies  menggunakan slogan 'Maju Kotanya Bahagia Warganya'.

Jika dilihat adanya masalah yang melilit dan dugaan  korupsi dalam keuangan balapan Formula E ini, bisa jadi justru merugikan kota Jakarta dan warga Jakarta. 

Sebab uang yang sudah dikeluarkan sekitar Rp1,1 triliun itu tidak jelas proses pengadaan dan pengeluarannya. 

Urusan keuangan dilakukan Anies Baswedan dengan menabrak prosedur penggunaan dana APBD Jakarta dan tentu merugikan  warga Jakarta. 

Jika uang Rp 1,1 triliun itu digunakan untuk pemberdayaan warga Jakarta yang sedang alami kesulitan ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19, maka bisa membahagiakan warganya. 

Jika warganya bahagia tentu akan berdampak pada kemajuan kota Jakarta dalam menangani dampak pandemi COVID-19.

Saat ini Indonesia dianggap berhasil dan mendapatkan pujian penghargaan karena mampu mengendalikan penyebaran COVID-19. 

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kebijakan baik dalam mengendalikan Pandemi COVID-19. 

Jadi yang terpenting saat ini, buka hanya Indonesia tetapi dunia, adalah fokus pada pengendalian pandemi Covid-19 dan dampaknya.   

Semua negara di dunia sedang berjuang dan fokus dalam menangani pandemi COVID-19 dan dampak ikutannya. 

Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa balapan Formula E akan mengangkat nama Indonesia di dunia internasional. 

Justru jika dipaksakan balapan Formula E di Jakarta pada Juni 2021 akan mempermalukan Indonesia dan bangsa Indonesia.

Dunia sedang prihatin, kok Indonesia malah bikin balapan Formula E di Jakarta. 

Jadi kesimpulannya adalah balapan Formula E itu tidak memajukan kota Jakarta dan tidak membahagiakan warga Jakarta.  

Untuk itu seharusnya balapan Formula E di batalkan dan tidak diadakan di Indonesia. 

Lebih baik Pemprov DKI Jakarta fokus pada pemberdayaan warga Jakarta yang sedang terdampak akibat Pandemi COVID-19. 

Begitu pula pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut dan segera membongkar tuntas indikasi korupsi dalam rencana penyelenggaraan balapan Formula E.

Jakarta, 27 November 2021

Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi