Netral English Netral Mandarin
10:11 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
FPI Jadi Front Persatuan Islam, Guntur: Cuma Ganti Kulit, Hati-Hati Cara Licik Ular, Waspadalah!

Selasa, 05-January-2021 05:21

Aktivis Nahdlatul Ulama Mohamad Guntur Romli
Foto : Istimewa
Aktivis Nahdlatul Ulama Mohamad Guntur Romli
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Aktivis Nahdlatul Ulama Mohamad Guntur Romli mengomentari langkah eks pengurus, anggota, dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) mendirikan organisasi baru bernama Front Persatuan Islam.

Menurutnya, jika organisasi Front Persatuan Islam dibentuk untuk meneruskan ideologi dan cara-cara FPI, maka itu ibaratnya ular ganti kulit, dan hal tersebut perlu diwaspadai.

"Kalau Eks FPI bikin organisasi baru tapi untuk meneruskan ideologi & cara-cara FPI, itu sama saja dengan ular ganti kulit. Hati-hati cara licik ular. Waspadalah!," tulis Guntur di akun Twitter-nya, @GunRomli, dikutip netralnews.com Senin (4/1/2021).



Seperti diberitakan, Pemerintah membubarkan FPI melalui Surat Keputusan Bersama yang diteken oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kepala Badan Iintelijen Negara, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Rabu (30/12/2020).

SKB dengan nomor 220/4780 Tahun 2020, Nomor M.HH/14.HH05.05 Tahun 2020, Nomor 690 Tahun 2020, Nomor 264 Tahun 2020, Nomor KB/3/XII Tahun 2020 Nomor 320 Tahun 2020 itu memuat tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan FPI.

Alasan pemerintah membubarkan FPI karena anggaran dasar mereka dinilai bertentangan dengan perundang- undangan yang mengatur soal organisasi masyarakat, masa berlaku Surat Keterangan Terdaftar di Kemendagri habis per 20 Juni 2019, adanya pengurus dan anggota FPI yang kerap terlibat kasus pidana hingga aksi terorisme, dan sering melakukan sweeping atau razia yang harusnya merupakan tugas dan wewenang aparat penegak hukum.

Selang beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan pembubaran dan larangan segala kegiatan FPI, para pengurus, anggota, dan simpatisan ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu mendeklarasikan organisasi baru bernama Front Persatuan Islam.

"Untuk melanjutkan perjuangan membela Agama, Bangsa, dan Negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," bunyi kutipan pernyataan pers milik Front Persatuan Islam yang juga disingkat FPI, Rabu, 30 Desember 2020.

Deklarator dari FPI wajah baru ini antara lain Ketua Umum dan Sekretaris Umum Front Pembela Islam, yakni Ahmad Sobri Lubis dan Munarman. Deklarator lainnya adalah Abu Fihir Alattas, Abdurrahman Anwar, Abdul Qadir Aka, Awit Mashuri, Haris Ubaidillah, Idrus Al Habsyi, Idrus Hasan, Ali Alattas, I Tuankota Basalamah, Baharuzaman, Amir Ortega, Syahroji, Waluyo, Joko, M. Luthfi, dan Syafiq Alaydrus.

Terkini, Tim Kuasa Hukum Front Persatuan Islam, Aziz Yanuar mengatakan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi Front Persatuan Islam tak akan berbeda jauh dari AD/ART Front Pembela Islam (FPI) yang sudah dibubarkan pemerintah.

"Insyallah tak jauh berbeda [dari AD/ART FPI]," kata Aziz, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (4/12/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli