Netral English Netral Mandarin
15:24 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Ungkap FPI Sering Demo Gereja, BS: Dulu Paling Suka Orang Lain Susah, Karma Itu Nyata

Minggu, 27-December-2020 06:30

Birgaldo sebut Dulu FPI Paling Suka Orang Lain Susah, Karma Itu Nyata
Foto : Istimewa
Birgaldo sebut Dulu FPI Paling Suka Orang Lain Susah, Karma Itu Nyata
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Diberitakan sebelumnya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Gunung Mas melayangkan somasi kepada Front Pembela Islam (FPI) tertanggal 18 Desember 2020.

Dalam somasi tersebut disebutkan ada permasalahan penggunaan fisik tanah HGU PTPN VIII Gunung Mas seluas kurang lebih 30,91 hektar, oleh Pondok Pesantren Agrokultur Markaz Syariah sejak tahun 2013 tanpa izin dan persetujuan dari PT Perkebunan Nusantara VIII.

Karena itu, Markaz Syariah diminta untuk menyerahkan lahan tersebut selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak diterima surat ini. Jika somasi tidak diindahkan, maka akan dilaporkan kepada Polda Jawa Barat.



Menanggapi soal somasi kepada FPI, pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga membuat catatan di akun FB-nya, Minggu (27/12/20), berikut catatan lengkap Birgaldo Sinaga:

ORMAS EFPEI KENA KARMA

Ormas EF PE I  ini sejak lama paling demen mengganggu keberadaan rumah ibadah umat Kristiani.Mereka sering turun demo menentang pendirian gereja. Bahkan gereja yang sudah ada IMBnya juga mereka desak agar dicabut.

Hari2 belakangan ini, kita membaca berita yang bikin perut kita mules karena tertawa terpingkal2.Hidup ini benar2 lucu.  

Bagaimana gak lucu, ormas ini paling keras mempertanyakan IMB gereja, tapi anehnya bangunan Markaz Syariah di Mega Mendung Bogor milik mereka tak punya IMB. Mereka dituding menyerobot lahan milik negara.

Karma is real. Karma itu nyata.

Dulu kalian paling senang lihat orang lain susah. Dulu kalian paling suka melihat orang menderita.Sekarang, apa yang kalian tabur itu kalian tuai. Karma menimpa kalian.

Sekarang kalian merengek dengan sejuta alasan atas bangunan megah milik kalian yang tanpa IMB.Sekarang kalian merasakan kesedihan bagaimana rasanya diusir dari rumah yang kalian bangun.

Sakit ya. Perih ya. Sedih ya.

Lihatlah perasaan dan air mata dari orang2 yang dulu semena2 kalian demo dan ancam itu.Air mata orang2 yang menangis itu berbisik kepada Tuhan.

Dan hari ini, Tuhan menjawab doa orang2 teraniaya itu.

Karma is real.

Klarifikasi FPI

Sementara itu sebelumnya dilansir Kompas.tv, Front Pembela Islam (FPI) memberikan klarifikasi terkait somasi yang dilayangkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII terkait lahan yang digunakan pondok pesantren FPI.

Menurut FPI, tanah yang digunakan sebagai Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor tersebut, merupakan lahan yang dibeli oleh Habib Rizieq Shihab.

"Pihak Habib Rizieq dan Markas Syariah membeli over garap, membeli dari penggarap. Itu dibeli dari uang masyarakat, uang umat, uang saudara-saudara beliau (Habib Rizieq), uang jamaah beliau, uang beliau juga dan asetnya diperuntukkan untuk umat," jelas Aziz Yanuar.

Hal itu disampaikan Aziz Yanuar selaku kuasa hukum FPI dalam pernyataan visualnya kepada Jurnalis Kompas TV Adisty Larasati, Kamis (24/12/2020).

Terdapat fakta, bahwa PTPN VIII sudah tidak memanfaatkan hak guna usaha (HGU) selama lebih dari 30 tahun.

Kemudian lahan itupun digarap oleh para penggarap sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Dan Habib Rizieq membelinya dari para penggarap tersebut," ucap Aziz.

Namun jika negara ingin mengambil kembali lahan yang sekarang digunakan sebagai Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Habib Rizieq mempersilakan.

"Tinggal mengganti saja apa yang sudah dikeluarkan umat tadi," ujar Aziz.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto