Netral English Netral Mandarin
18:31wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Gaduh Interpelasi Formula-E di Legislatif, Eksekutifnya Adem Ayem

Rabu, 29-September-2021 15:50

Interpelasi Formula E
Foto : Wahyu Praditya Purnomo
Interpelasi Formula E
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gaduh Interpelasi Gubernur Anies terkait Formula-E kian memanas. Terakhir, tujuh fraksi penolak Interpelasi dan empat wakil ketua DPRD DKI melaporkan Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.

Namun sebaliknya, kisruh di legislatif tersebut disikapi dingin oleh kalangan eksekutif atau Pemprov DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria pun mengaku tidak akan mencampuri gaduh tersebut. Karena apa yang terjadi diluar kewenangannya. 

"Ya interpelasi ini kan menjadi wilayah DPRD, kami tidak mencampurinya ya. Jadi nanti silahkan saja di croscek di teman teman DPRD, seperti apa rapatnya dan lain sebagainya," kata pria yang akrab disapa Ariza itu 

Terkait ini, pihaknya pun mengaku tidak akan melakukan intervensi apalagi mencampuri apa yang menjadi kewenangan legislatif. 

"Termasuk soal itu (pencoretan anggaran Formula E), karena kita punya kewenangan masing-masing soal anggaran , baik itu eksekutif maupun DPRD semua dibahas bersama dan juga diputuskan bersama," jelasnya. 

Politisi asal Gerindra ini pun menerangkan, bahwa Formula-E  bukanlah program setahun dilakukan. Melainkan bertahun-tahun berkesinambungan, yang kebutuhannya pun disiapkan sesuai aturan dan ketentuan yang ada.

"Apakah nanti dari APBD atau swasta nanti kita lihat kedepan ya, dan tentunya kuta berharap ada partisipasi publik, partisipasi dari swasta, tidak semua bergantung dari apbd, itu harapan kita kedepan," pungkasnya.

Sebelumnya, rapat paripurna Interpelasi Formula E yang digelar Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi pada Selasa (28/9/2021), hanya dihadiri dua fraksi pengusung yakni PDIP dan PSI.

Sekalipun tidak kuorum, mereka sempat melanjutkan rapat sampai akhirnya ditunda. 

Sementara itu, 7 Fraksi Penolak Interpelasi Formula E yang dikomandoi M Taufik asal Gerindra menuding Ketua DPRD DKI Jakarta telah menabrak tata tertib (Tatib). Mereka pun telah melaporkan pimpinan DPRD DKI tersebut ke Badan Kehormatan (BK).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani