Netral English Netral Mandarin
20:11wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Ganjar Hanya Populer di Medsos? Rustam: Sangat Salah, Dia Orang Lapangan dan Sukses Pimpin Jateng

Selasa, 25-Mei-2021 22:03

Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
Foto : Istimewa
Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim mengatakan, jika ada pihak yang menganggap kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo hanya populer di media sosial (medsos), maka itu pendapat yang salah.

Hal tersebut disampaikan Rustam setelah ramai perbincangan publik mengenai pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani soal pemimpin yang hanya sibuk di medsos. Pernyataan Puan itu oleh banyak pihak dianggap menyindir Ganjar Pranowo.

"Sangat salah jika mengatakan Ganjar Pranowo hanya populer di medsos," tulis Rustam di akun Twitternya, Selasa (25/5/2021).

Menurut Rustam, Ganjar adalah sosok pemimpin yang kerap terjun ke lapangan. Ganjar, lanjutnya, juga suskes memimpin Jawa Tengah. Terbukti, Ganjar terpilih untuk kedua kalinya pada Pilgub Jateng 2018 lalu dengan meraih suara 58,78 persen.

"Tingginya popularitas & elektabilitas Ganjar dibuktikan temuan seluruh survei terhadap publik. Ganjar juga orang lapangan. Dia sukses memimpin Jawa Tengah, terbukti terpilih kedua kali dengan lebih 58% suara," jelas Rustam.

Sebelumnya, Puan Maharani sempat menyindir sosok yang pemimpin yang hanya terkenal di media sosial. Menurutnya, seorang pemimpin hendaknya berjuang dan bekerja secara riil di lapangan serta dekat dengan pendukungnya, bukan yang hanya eksis di medsos.

Hal tersebut disampaikan Puan saat memberi pengarahan kepada kader untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 di Kantor DPD PDIP Jateng, Sabtu (22/5/2021). Acara itu dihadiri kepala daerah se-Jateng dari PDIP, kecuali Ganjar Pranowo karena memang tidak diundang.

“Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat teman- temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media," kata Puan.

Banyak pihak menduga apa yang disampaikan Puan merupakan sindiran terhadap Ganjar. Apalagi ada pernyataanKetua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto soal alasan tidak mengundang Ganjar di acara tersebut.

"Tidak diundang! (Ganjar Pranowo) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar)," kata Bambang Wuryanto dalam rilisnya, Minggu (23/5/2021).

Pada rilis juga tertulis DPD PDIP Jateng dengan terang-terangan menyebut Ganjar Pranowo terlalu berambisi maju pada Pilpres 2024 sehingga meninggalkan norma kepartaian.

Menurut Bambang, DPD PDIP Jateng sebenarnya sudah memberikan sinyal jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik.

Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umun PDIP Megawati Soekarnoputri, sedangkan di sisi lain hal itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah ketua umum.

"Hal ini ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di media sosial dan media massa, bahkan Ganjar sampai rela menjadi 'host' di YouTube-nya, padahal hal serupa tak dilakukan oleh kader PDIP lain yang juga berpotensi untuk 'nyapres," ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli