3
Netral English Netral Mandarin
01:04 wib
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beserta keluarga dan stafnya diketahui menerima suntik vaksin virus corona (Covid-19) secara gratis. Pakar menyebut Virtual Police atau Polisi Virtual yang diluncurkan Bareskrim Polri membuat masyarakat takut untuk mengeluarkan pendapat di media sosial.
Wow, Ganti Pigai Dipolisikan PPMK, DS: Kita Lihat Siapa Kawan yang Akan Bela Dia Mati2an

Sabtu, 30-January-2021 17:25

Wow, Ganti Pigai Dipolisikan PPMK, Denny sebut Kita Lihat Siapa Kawan yang Akan Bela Dia Mati2an
Foto : Istimewa
Wow, Ganti Pigai Dipolisikan PPMK, Denny sebut Kita Lihat Siapa Kawan yang Akan Bela Dia Mati2an
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setelah Ambroncius Nababan dilaporkan gegara cuitannya yang dianggap rasis kepada Natalius Pigai, kini warganet dikejutkan dengan laporan balik kepolisi terhadap Natalius Pigai.

Pernyataan Pigai dianggap rasis terhadap suku Jawa. DPP Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibnas (PPMK) pun menyatakan bakal melaporkan mantan anggota Komnas HAM, Natalius Pigai, ke Bareskrim Mabes Polri, Sabtu (30/1/2021) ini.

Pegiat media sosial Denny Siregar langsung memberikan tanggapan pendek.

"Kita lihat siapa kawan dia yang akan membela dia mati2an..," kata Denny, Sabtu (30/1/21).

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum (Waketum) PPMK Joko Priyoski mengatakan pernyataan Pigai dianggap menyulut perpecahan antar ras dan etnis.

Adapun pernyataan Pigai yang dimaksud ialah ketika dirinya menyebut kalau presiden dan wakil presidennya berasal dari pulau Jawa maka yang di luar suku itu adalah babu atau budak.

"Dia tidak tahu bahwa di Indonesia ini sudah ada beberapa kali wapres yang dari luar pulau Jawa," kata Joko seperti dilansir Suara.com, Sabtu (30/1/21).

Pernyataan-pernyataan Pigai juga dianggapnya tidak mencerminkan seperti mantan Komisioner Komnas HAM. Sebab, selain perkataan soal babu, Pigai juga pernah mengusulkan konsep pemilu agar suku Jawa tidak menjadi tirani bagi suku non Jawa.

"Supaya tirani suku Jawa ini tidak menyebabkan musuh bersama di luar Jawa. Ini maksudnya apa? Kan dia berarti menyulut perpecahan," ujarnya.

Karena itu, Joko dan anggota PPKM lainnya akan membuat laporan ke Bareskrim Polri sekitar pukul 16.00 WIB nanti.

Joko menduga Pigai melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, dan UU ITE.

Dalam kesempatan itu, Joko akan membawa barang bukti berupa video yang menampilkan pernyataan Pigai dan cetakan sejumlah artikel media online.

Sebelumnya, pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda tuding Natalius Pigai hina suku Jawa. Abu Janda bagikan potongan pernyataan Natalius Pigai hina suku Jawa.

Potongan pernyataan itu disampaikan Natalius Pigai dalam sebuah video. Dia menyinggung presiden dan wakil presiden dari Pulau Jawa. Pigai pun menyinggung yang di luar suku Jawa adalah babu.

"Sekarang presiden satu daerah, satu pulau (Jawa). Wakil presiden satu pulau. Terus sekarang yang berasal dari luar pulau, apa babu gitu? Sampai kapan mau jadi babu," begitu kata Natalius Pigai dalam video berdurasi 33 detik tersebut.

Tudingan Pigai itu disampaikan para netizen di Twitter hingga trending topic PigaiHinaSukuJawa. Dalam pernyataan itu Natalius Pigai singgung orang-orang di luar suku Jawa adalah babu atau budak.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto