Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:04wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Ganti Produk Daging dengan Telur dan Susu, Ini Manfaatnya bagi Jantung Anda

Jumat, 04-December-2020 15:50

Ganti produk daging dengan telur atau susu.
Foto : Antara
Ganti produk daging dengan telur atau susu.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mengganti burger, steak dengan kacang-kacangan, telur, dan produk susu bisa mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung sebanyak 20 persen, menurut sebuah studi baru dalam jurnal The BMJ.

Untuk sampai pada temuan ini, para peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health mengamati 43.272 pria Amerika selama 30 tahun, mengumpulkan data tentang kebiasaan makan, gaya hidup, dan hasil kesehatan mereka. Tidak ada peserta yang memiliki penyakit kardiovaskular pada awal penelitian.

Seperti dilansir dari Insider, Jumat, (4/12/2020), hasil studi menunjukkan, mereka yang makan lebih banyak protein nabati seperti kacang-kacangan memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular selama penelitian.

Pria di atas usia 65 tahun tampaknya paling diuntungkan karena risikonya terkena penyakit kardiovaskular 18 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang malah mengonsumi daging merah.


Para peneliti juga menemukan, orang yang mengonsumsi produk susu dan biji-bijian daripada daging merah memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang jauh lebih rendah. Hal yang sama berlaku untuk peserta yang makan telur alih-alih daging olahan.

Daging merah dan olahan mengandung lemak jenuh, kolesterol tinggi, yang semuanya berhubungan dengan risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, makanan nabati tinggi serat, antioksidan, dan polifenol dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit, menurut Laila Al-Shaar, peneliti pascadoktoral di Harvard T.H. Chan School of Public Health dan penulis utama studi ini.

Namun, studi tersebut melihat makanan utuh, bukan nutrisi tertentu, jadi kemungkinan kombinasi faktor terlibat.

Temuan ini mendukung peneliti sebelumnya yang menunjukkan terlalu banyak daging merah dan olahan terkait dengan konsekuensi kesehatan jangka panjang, yakni risiko penyakit seperti kanker yang lebih tinggi, demikian dilasnsir Antara.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sulha Handayani