Netral English Netral Mandarin
12:27wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Garang Keroyok hingga Polisi Terluka, Memelas Usai Dicokok, Netizen: Perempuan ko Jadi Gangster, Orang Tuanya Kemana

Sabtu, 10-Juli-2021 06:15

Penampakan gengster perempuan yang berani melawan aparat
Foto : Garang Melawan Polisi, Tampang Memelas Usai Dicoko
Penampakan gengster perempuan yang berani melawan aparat
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah gengster balap liar sempat melawan aparat sebelum dicokok polisi. Tak disangka, sejumlah anggotanya adalah sosok perempuan.

Banyak warganet prihatin dengan kasus tersebut. Di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu 10 Juli 2021, sejumlah netizen mempertanyakan peran orang tuanya.   

MLT: “Perempuan ko jadi gangster, orang tuanya kemana.”

Irma Handayani: "Orang tua susah payah cari duit anaknya malah jadi member gangster. Biasanya demen drakor or KPop gitu. Lahhh klo gini salah pergaulan atau gimana yaakkkk? Masa iya keluarga mafia trus anaknya jd gitu kan ga mungkin. Prihatin bener saya, Maaakkk..Sabar2 jd orangtua. Anak susah orangtua jd lebih susah lagi. Hikz.. Miris bener."

Kanaka: “Meresahkan masyarakat, kriminal, sampah.”

Untuk diketahui, dari delapan orang pelaku pengeroyokan polisi Iptu Suwardi yang merupakan anggota geng motor ditangkap.

Pelaku lakukan pengeroyokan saat polisi membubarkan balap liar di Jalan TB Simatupang, tiga orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Delapan orang yang disebut terlibat aksi pengeroyokan polisi pada Kamis (8/7/2021) subuh dirilis di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (9/7/2021) sore.        

Dalam rekaman video Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah sempat mengintrerogasi beberapa tersanga pengeroyok Iptu Suwardi.

Dalam video, kombes pol Azis terlihat sempat menginterogasi beberapa tersangka pengeroyok Iptu Suwardi.  

"Ya jagoan. Ini yang videoin. Kamu mengatakan polisi apa?" tanya Kapolres kepada seorang tersangka wanita.

Saat ditanyakan ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kepada para tersangka, mereka hanya tampak diam.  

Mereka menunduk, berbeda saat pas kejadian yang tampak brutal melakukan pengeroyokan.

"Di kampungmu ada PPKM Darurat nggak?" tanya Azis.

Tiga orang berstatus tersangka yaitu Michael (26), Gabriella (24), dan Alestasia (21).

Tiga tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan atau kekerasan secara bersama-sama kepada seseorang dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.

Adapun pekerjaan ketiga tersangka itu, lanjut dia, yakni ada yang masih pelajar/mahasiswa, tukang masak dan pekerja lepas.

Sedangkan lima orang lainnya masih berstatus sebagai saksi, sedangkan satu orang saksi masih di bawah umur.

"Yang lima pelaku sementara saksi tapi sedang kami proses pemeriksaan lebih lanjut karena ada di lokasi," ucap Azis.

Polisi juga mengejar satu orang pelaku yang hingga kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial MAR.

Para tersangka juga akan dilapisi pasal 212, 214, 207, dan 316 karena melakukan tindakan melawan petugas yang sedang melakukan tugas sesuai kewenangannya.

Kombes Azis mengatakan, Iptu Suwardi sedang menjalani perawatan karena sejumlah luka di badan akibat dikeroyok.

“Ini perilaku brutal yang tidak bisa kami toleransi. Saya akan melakukan tindakan tegas dan mengejar beberapa pelaku yang belum tertangkap,” kata Azis.

Diketahui Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya menangkap delapan orang anggota geng motor yang mengeroyok anggota Polsek Cilandak bernama Iptu Suwardi di Jalan TB Simatupang dekat Jalan Intan, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Pusat.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati