Netral English Netral Mandarin
04:43wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Garut Heboh! Ade Armando: Ancaman Islamis Radikal Itu Nyata, Insya Allah Umat Islam Melawan

Sabtu, 09-Oktober-2021 07:40

Ade Armando dan ilustrasi radikalisme
Foto : Kolase Netralnews
Ade Armando dan ilustrasi radikalisme
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus sejumlah orang dibait NII hebohkan warga Garut, Jawa Barat. Publik pun terkejut . 

Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando ikut memberikan pendapat bahwa Islamis radikalis itu ada dan nyata. Ia berharap umat Islam melawannya.

“Ancaman Islamis radikal itu nyata, saudara saudara. Mereka menyebut Indonesia saat ini dipimpin oleh pemerintah setan. Karena itu mereka membangun Negara Islam,” kata Ade Armando, Sabtu (9/10/2021).

“Insya Allah umat Islam akan melawan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, baiat NII yang diduga terjadi di Garut bikin geger. Sejumlah warga Garut mengaku dibaiat masuk aliran tersebut dan didoktrin dengan menyebut bahwa pemerintah RI thogut. Peristiwa ini diselidiki polisi.

Diketahui ada puluhan warga Kecamatan Garut Kota, Garut, yang kabarnya dibaiat masuk NII. Mereka mengaku kepada aparat pemerintahan setempat bahwa mereka telah didoktrin seseorang diberitahu bahwa Indonesia adalah negara thogut.

"Ajarannya yang diterima ya... menganggap negara ini thogut," kata Lurah Sukamentri Suherman seperti dinukil detik.com, Rabu (6/10/2021).

Kasus ini pun membuat aparat pemerintahan, tokoh agama, Polri, hingga Densus ikut mengomentari dan menyelidiki kebenaran masalah ini.

Berikut rangkuman terkait baiat NII yang diduga terjadi di Garut:

Lurah Sukamenteri Suherman mengatakan informasi tentang puluhan warga dibaiat masuk NII ini terungkap setelah ditemukan pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya.

Anak tersebut diketahui masih remaja dan berjenis kelamin laki-laki. Ia mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Suherman langsung melakukan pendataan. Hasilnya, diketahui ada 59 orang yang mengaku dibaiat masuk NII.

"Ada 59 kalau didata. Ada orang tua, ada anak-anak," kata Suherman.

Kemudian, Suherman langsung menemui keluarga dan anak yang diduga dibaiat untuk bertemu dan menyelesaikan kasus tersebut dengan dibantu pihak terkait.

"Hasil dari tabayun, ada islah alhamdulillah yang bersangkutan menandatangani perjanjian dan akan kembali pada orang tua dan ajaran yang sesuai," ujar Suherman.

Penelusuran Pemkab Garut 

Pemerintah Kabupaten Garut diketahui sedang menelusuri informasi terkait warganya yang diduga dibaiat masuk NII. Kepala Kesbangpol Garut Wahyudijaya menyampaikan informasi bahwa puluhan warga Garut yang dibaiat NII sudah dikantongi Pemda dan kini sedang ditelusuri.

"Memang kami mendapat laporan kaitan dengan isu yang sekarang marak di Garut ini. Ada 59 anak remaja dan juga dewasa yang direkrut kelompok tertentu," ucap Wahyu kepada wartawan, Rabu (6/10/2021) lalu.

Densus 88 Ikut Menyelidiki

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga ikut menyelidiki kasus dugaan pembaiatan oleh NII.

"Iya (dilakukan penyelidikan), tentu saja. Kami sedang mengumpulkan informasi yang lengkap tentang hal ini," ujar Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Aswin mengatakan Densus telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencegahan. Menurutnya, mereka tidak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada puluhan warga Garut yang dibaiat NII ini.

"Iya, tim Densus 88 sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati