Netral English Netral Mandarin
14:38 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Gatot Desak Hentikan Sebutan Kadrun-Kampret, BS: Yang Suka Menyebut PKI Siapa

Jumat, 18-December-2020 07:55

Gatot Desak Hentikan Sebutan Kadrun-Kampret
Foto : Istimewa
Gatot Desak Hentikan Sebutan Kadrun-Kampret
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo meminta semua pihak menghentikan sebutan 'kadrun' dan 'kampret'. Bagi Gatot, sebutan itu telah melecehkan Tuhan Yang Maha Esa.

Merasa tergelitik, pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga, Jumat (18/12/20) mencuit pendek di akun FB-nya, katanya: "Hahaha... bercerminlah Pak...
Yang suka menyebut kelompok lain itu PKI..PKI itu siapa ya..."

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang dibagikan akun Instagram-nya @nurmantyo_gatot yang bercentang biru, Kamis (17/12/2020), Gatot membuat pernyataan dengan menyertakan pula caption 'jangan merendahkan bangsaku'.

"Dalam kesempatan ini juga saya mengimbau, secara tidak sadar ataupun sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, kita anak bangsa ini sudah merendahkan bahkan melecehkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mempunyai sebutan masing-masing ada yang menyebutkan kadrun, ada yang menyebutkan kampret, itu kan nama binatang, padahal itu ciptaan Tuhan, manusia kita semua," kata Gatot dalam video.

Gatot mengajak semua pihak untuk bernegara dengan santun. Dia ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terhormat.

"Mari kita sama-sama bernegara dengan santun. Hilangkan kata-kata seperti itu. Kembalilah kepada bangsa Indonesia yang berbudaya tinggi. Memanggil dengan kata 'mas', 'kakak', 'abang', panggilan 'ucok' dan sebagainya, sehingga bangsa lain melihat kita bangsa yang terhormat," tutur dia.



Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto